Terjaring Penyekatan, Pemudik Positif Langsung Karantina

PUTAR BALIK - KasatLantas Polres Tegal AKP Himawan Candra SIK mengawal penyekatan arus dan memutar balik pemudik di pintu keluar tol Kalimati, Adiwerna.Foto: HERMAS PURWADI /RADAR SLAWI
PUTAR BALIK - KasatLantas Polres Tegal AKP Himawan Candra SIK mengawal penyekatan arus dan memutar balik pemudik di pintu keluar tol Kalimati, Adiwerna.Foto: HERMAS PURWADI /RADAR SLAWI
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, TEGAL – Seorang pemudik pria berinisial CG, 36, buruh pabrik yang bekerja di Jakarta langsung dikarantina di Rusunawa Tegalsari, Tegal Barat, Kota Tegal, karena positif Covid-19 saat terjaring penyekatan.

Warga Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana, itu dinyatakan positif usai menjalani tes cepat antigen di Puskesmas Sumurpanggang.

Dengan begitu, CG harus rela melewati Lebaran di Rusunawa Tegalsari, tempat isolasi bagi pasien positif Covid-19 yang disediakan Pemerintah Kota Tegal.

“Dia pulang mudik dari Jakarta bersama teman-temannya pakai bus kurang lebih 20 orang,” kata Kepala Puskesmas Sumurpanggang, dr Wahidin, Jumat (7/5) malam.

Wahidin menjelaskan, setiba di rumahnya, sesuai aturan, oleh ketua RT dilaporkan ke Posko PPKM skala mikro di kelurahan tempat tinggalnya. Setelah dilakukan pemeriksaan di puskesmas ternyata hasil Swab-nya positif.

Karena positif, oleh pihak Forkompimcam Margadana dan posko PPKM, akhirnya disarankan menjalani isolasi di Rusunawa.

“Awalnya menolak. Namun kita yakinkan demi keamanan bersama dan agar tidak terjadi klaster keluarga kami mohon kesadarannya untuk mau diisolasi di Rusunawa,” jelas Wahidin seperti dikutip dari Radar Tegal (Fajar Indonesia Network Grup).

Apalagi, lanjut Wahidin, di rumahnya ada istri dan anaknya. Istrinya pun akhirnya ikut memotivasi suaminya tersebut untuk menjalani isolasi.

“Karena di rumahnya juga punya anak kecil dan istrinya juga memotivasinya, akhirnya mau. Kita fasilitasi penjemputanya dengan bantuan PSC 119,” kata Wahidin.

Setelah dinyatakan positif antigen, yang bersangkutan langsung menjalani pemeriksaan Swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Sesuai panduan, jika tidak ada gejala isolasi hanya 10 selama hari. Jika ada gejala ringan ditambah 4 hari lagi.

Wahidin menyebut, meski belum pasti namun bisa saja yang bersangkutan saat Lebaran nanti masih berada di Rusunawa. Namun pihaknya masih menunggu hasil PCR.

“Nanti kita lihat hasil PCR-nya. Karena tadi siang sekalian tes PCR. Barangkali dari Jakarta juga sudah positif lama sebelum pulang ke Tegal,” pungkasnya. (Fin/jm)

  • Dipublish : 10 Mei 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami