Terlibat Narkoba, 18 Wanita Ditangkap

Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

LUBUKLINGGAU – Sebanyak 211 orang ditangkap polisi karena terlibat penyalahgunaan narkoba. Hal ini dikemukakan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Res Narkoba, AKP Novan Dwi Putra.

Rinciannya, 112 tersangka ditangkap Tim Polres Lubuklinggau tahun 2019. Dan 99 tersangka diamankan tahun 2018. Dari 211 tersangka yang diamankan, 18 diantaranya perempuan.

AKP Novan menerangkan, dari 99 tersangka yang diamankan tahun 2018 Tim Polres Lubuklinggau menyita sabu 362,51 gram, ekstasi 190,09 butir dan ganja 247,02 gram. Sementara dari 112 tersangka yang diringkus tahun 2019, polisi menyita barang bukti sabu 598,173 gram, ekstasi 22 butir dan ganja 17,74 gram.

Sosiolog, Heni menganalisa beragam faktor bisa membuat kaum perempuan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, bisa karena desakan ekonomi dan lifestyle.

Disamping itu juga karena ada peluang dan kesempatan sehingga pengedar narkoba yang perempuan biasanya bisa mendapat pemakai kelas menengah ke atas.

Dalam menyelesaikan problema itu, menurut Heni membutuhkan keseriusan peran institusi negara. Seperti dalam hal mekanisme sanksi, harus tegas diterapkan dan dapat memberikan efek jera kepada pelaku maupun yang mau coba-coba.

Jika karena faktor ekonomi, maka kondisi perekonomianlah yang harus jadi sasaran. Caranya dengan mengembangkan lapangan pekerjaan yang bisa menyerap banyak tenaga kerja.

Dari aspek internal (mental) individunya, maka kekuatan norma dan nilai di masyarakat harus ditingkatkan. Maka program revolusi mental yang digadang-gadangkan oleh pemerintah selama ini, harus dilaksanakan bukan hanya sebatas jargon saja.

“Saya kira saat ini kita pun tidak bisa dan tidak boleh lepas dari norma dan nilai-nilai agama, yang mengatur pola hidup penganutnya,” terang Heni.

Jadi, nilai dan norma agama ini harus terus diinternalisasikan kepada anak-anak kita, orang-orang di sekeliling kita bahkan masyarakat.

Karena sesungguhnya nilai dan norma agama merupakan kontrol sosial yang efektif bagi para penganutnya.

(adi/aku)

  • Dipublish : 31 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami