Ternyata 49 TK Cina Masuk di Kendari Benar, Tidak Seperti yang Dibantah Polisi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, SULTRA– Video viral rombongan tenaga kerja (TK) Cina berjumlah 49 orang yang masuk melalui bandara di Bandara Haluoleo Kendari ternyata benar. Tidak seperti yang dijelaskan Kepolisian Sulawesi Utara (Sultra).

Hal ini sebagaimana diakui pihak Kantor Wilayah Kemenkumham RI Sulawesi. 49 TKA Cina  baru masuk ke Indonesia, bukan TKA yang telah lama bekerja seperti yang dijelaskan Kapolda Sultra, Brigjen Pol Merdisyam semalam.

“Orang baru dari China, provinsi Henan, bukan habis dari Jakarta memperpanjang visa atau izin kerja,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham RI Sulawesi Tenggara, Sofyan saat jumpa wartawan Senin (16/3) petang, dilansir Inikata (Grup FIN).

Kapolda Sultra mengatakan para WN itu merupakan TKA lama yang pergi ke Jakarta untuk memperpanjang visa dan izin kerja. Sementara kantor imigran menjelaskan, 49 TKA asal Cina tersebut masuk pada tanggal 15 dengan pesawat Garuda.

“Kantor Imigrasi membenarkan bahwa pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 20.00 Wita sebanyak 49 Warga Negara Tiongkok datang ke Kendari dari Jakarta menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA-696,” bebernya.

Masih Kata Sofyan, para WN Tiongkok itu masuk ke Indonesia melalui Bangkok, Thailand.

“Bahwa benar Warga Negara Tiongkok tersebut keluar dari Thailand pada tanggal 15 Maret 2020 berdasarkan cap tanda keluar Imigrasi Thailand yang tertera pada paspor. Bahwa benar pada tanggal 15 Maret 2020 Warga Negara Tiongkok tersebut mendarat di Bandara Soekamo Hatta,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Sultra mengamankan seorang pria yang telah menyebar video tersebut. Di kantor polisi, pria tersebut disuruh untuk meminta maaf. Dia adalah Hardiono (39) warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

“Saya pembuat rekaman video yang viral pada 15 Maret terkait kedatangan warga China di Kendari dalam video itu saya mengomentari ‘Itu e satu pesawat corona semua’ hal itu saya ucapkan secara spontan dan hanya untuk main-main,” terangnya, Senin (16/3)

Hardiono mengaku tidak mengira dampak dari perbuatannya itu akan menyebabkan keresahan banyak orang, khususnya warga Kota Kendari. Dia menegaskan video itu tidak benar.

“Saya jelaskan bahwa hal tersebut tidak benar, mereka bukan datang dari China tapi mereka baru pulang dari Jakarta habis mengurus visa di Jakarta,” katanya, sambil diapit oleh dua polisi lainnya.

“Saya akui kesalahan saya dan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi jika saya mengulanginya lagi maka saya siap dihukum sesuai dengan hukuman yang berlaku,” tutupnya. (dal/fin).

  • Dipublish : 17 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami