Terpidana Mati Kabur Lewat Gorong-gorong, DPR: Ini Tidak Masuk Akal

Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa. (Dok JawaPos.com)
Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa. (Dok JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Komisi III DPR terusik oleh kaburnya Cai Changpan, terpidana mati kasus narkoba dari Lapas Kelas I Tangerang. Mereka melakukan inspeksi mendadak ke lapas, yang berada di Jalan Veteran, Babakan, Kota Tangerang, Rabu (23/9).

Dalam sidak dipimpin Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa. Politisi Gerindra asal Serang itu, menemukan banyak kejanggalan saat melihat langsung kamar tahanan yang ditempati Cai Changpan. Para wakil rakyat itu melihat langsung kondisi terowongan yang digali Cai Changpan dari kamar tahanan yang menembus ke gorong-gorong di luar lapas. Dari terowongan inilah, Cai Changpan kabur pada Senin (14/9) dini hari lalu. “Ini tidak masuk akal,” kata Desmond seperti dikutip Tangerang Ekspres (Jawa Pos Group).

Desmon mengatakan kedatangannya ke Lapas Kelas 1 Tangerang, untuk mengetahui kronologis kejadian kaburnya bandar narkoba asal Tiongkok itu. Ia tak sendiri. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten R. Andika Dwi Prasetya dan Kepala Lapas Kelas I Tangerang Jumadi, ikut mendampingi. Saat melihat lubang menganga di kamar tahanan Cai Changpan, Desmond geleng-geleng kepala. Ia menemukan banyak kejanggalan.

Saat bertanya kepada kalapas, bagaimana Cai Changpan membuang tanah bekas galiannya, tidak ada yang tahu. Menurut Desmond, sangat tidak masuk akal, tidak ada tanah bekas galian dari lubang sedalam 3 meter di kamar tahanan dan terowongan sepanjang 30 meter. Lalu, ubin dari keramik di kamar tahanan tidak ada yang dicopot.

Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan Polres Metro Tangerang Kota, Cai Changpan membuat terowongan tidak dalam waktu satu malam. Melainkan sejak 6 bulan lalu. Penyelundup 135 kg sabu yang dijatuhi vonis hukuman mati oleh PN Tangerang itu, menggali lubang setiap malam, mulai pukul 22.00 WIB. Informasi ini berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap teman satu kamar Cai Changpan, yang divonis 17 tahun penjara juga dalam kasus narkoba. Napi tersebut sempat diajak kabur oleh Cai Changpan lewat terowongan tersebut, namun tidak mau.

Desmond banyak melihat kejanggalan dalam kasus ini. Seperti, tidak adanya tanah sisa galian dan ubin keramik yang dicopot untuk membuat lubang. “Kita lihat tanahnya gak ada, tidak mungkin orang memecahkan keramik kalau keramik tidak ditemukan,” ujarnya usai sidak di Lapas Kelas 1 Tangerang, kemarin (23/9).

Desmond menggambarkan, lubang tersebut berada tepat di bawah tempat tidur. Di mana kedalaman mencapai 3 meter dan panjang sekitar 30 meter. Diameter lubang pun sangat kecil. Hanya muat satu orang. Menurutnya, oksigen pun akan sangat terbatas, jika Cai Changpan kabur melewati lubang itu.

“Jadi untuk menggali 3 meter ke bawah, berapa banyak tanah, oksigen tidak ada, habis itu lurus 30 meter. Itu tidak ada buangan tanah. Jadi ini gimana, kayak manusia cacing,” ungkapnya.

Atas kejanggalan itu, dia meminta agar Polda Metro Jaya dan Polda Banten melakukan investigasi mendalam. “Jadi kita melihat ini kesannya ada direkayasa. Untuk membuktikan apa yang kita temukan hari ini (kemarin) kita minta Polda Metro Jaya, Polda Banten untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ini,” pungkasnya.(jp)

  • Dipublish : 24 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami