Tersangka Dokter Gadungan di Bone Menghilang, Prof Hambali Thalib: Sengaja Lari atau Disuruh Lari?

Dokter Gadungan
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

WATAMPONE — Polres Bone dinilai setengah-setengah mengusut kasus dokter gadungan yang telah merugikan banyak orang. Sebab, dua tersangka kasus tersebut penahanannya ditangguhkan dan sekarang keduanya menghilang.

Penahanan dokter Amyza Tomme (36) dan asistennya, Rini Hadriyani (32) ditangguhkan sejak 13 Maret 2019. Penangguhan penahanan kedua tersangka berdasarkan permohonan oleh kerabat bernama Syahrul dan kuasa hukum yakni, Aminuddin dan Guntur.

Alasan penangguhan karena ingin keluar berobat, namun sampai sekarang tak kunjung datang melapor. Sebelum menghilang, dokter gadungan itu ke Parepare dan Enrekang izin.

“Tentang Amyza sekarang ini kita DPO-kan karena setelah kita tangguhkan untuk ia diberi kesempatan berobat dari sakitnya, namun sekarang ia tidak diketahui keberadaannya dan kita masih berupaya melakukan pencarian,” kata Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu M Fahrun kepada FAJAR,kemarin.

Sementara Pakar Hukum Pidana UMI, Prof Hambali Thalib menjelaskan, kalau orang ditangkap ada waktu 1×24 jam tidak boleh lewat untuk dikembalikan jika tak memenuhi bukti, kalau ditahan ada tenggang waktunya, dari penyidik sampai pengadilan. Kalau ditahan baru ditangguhkan harus ada yang menjamin jangan sampai menghilang.

Siapa yang bertanggung jawab? Penjaminnya tentunya. Dan petugas yang harus dimintai tanggung jawab. Mulai dari penyidik hingga kapolres. “Karena dia yang paling tahu mengenai penahanan dilanjutkan atau ditangguhkan. Dan tidak gugur hukumannya itu,” ucapnya Kamis (1/8/2019).

Kata Hambali, kasus seperti ini sudah harus menjadi atensi dari penegak hukum karena jelas merugikan banyak orang. Jangan sampai ada persekongkolan dengan aparat kalau memang tidak ada keterangan yang jelas. Atau ada kemungkinan apakah sengaja lari, disuruh lari, atau diberi ruang untuk lari.

“Polisi harus dimintai tanggung jawab. Diperiksa oleh atasannya. Jangan sampai ada persekongkolan atau memang lalai sehingga orang itu bisa melarikan diri,” jelasnya. (gun)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 1 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami