Tetap Waspada, WNI Positif Korona Terus Bertambah Menjadi 27 orang

SIAGA: Petugas berjaga di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
SIAGA: Petugas berjaga di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan Jakarta, (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,– Juru Bicara Pemerintah untuk Coronavirus disease 2019 (Covid-19) Achmad Yurianto kembali mengumumkan jumlah pasien yang positif Covid-19. Kini total ada 27 orang. Satu di antaranya masih belum diketahui mengalami penularan oleh siapa.

Ada delapan orang yang dikonfirmasi Covid-19. Dalam pengumuman tersebut, Yuri hanya menyebutkan nomor kode pasien, jenis kelamin, dan usia. Dari delapan orang itu, dua orang merupakan sub cluster kasus Jakarta. Masing-masing perempuan berusia 70 tahun dan 47 tahun.

Selain itu ada lima orang yang tertular setelah berkunjung dari luar negeri. Sayangnya, Yuri enggan menyebutkan negara mana. ”Pasien kode 23, perempuan 73 tahun kondisinya sedang menggunakan ventilator karena faktor komorbid (penyakit bawaan) lumayan banyak. Kondisinya stabil,” ucapnya. Dari kasus ini ada dua orang yang merupakan warga negara asing.

Pasien nomor 27 mendapat perhatian khusus.  Pasalnya, pasien laki-laki berusia 33 tahun itu belum diketahui tertular dari siapa. Yuri menyatakan bahwa pasien tersebut setelah ditelusuri bukan berasal dari cluster Jakarta. Pasien juga sebelumnya tidak ke luar negeri.

”Yang jelas kami selidiki. Kami lihat siapa nanti pasien positif yang pernah kontak,” ungkapnya. Yuri menduga kasus ini merupakan local transmission.

Selain itu dia menyatakan bahwa setelah kasus ini, tak lagi menghitung jumlah pasien suspect. Alasannya, kasus suspect akan terus banyak. ”Ada suspect jadi positif dan tidak,” ujarnya.

Dia menyatakan bahwa Indonesia masih mampu untuk menangani kasus Covid-19. Misalnya saja untuk tes laboratorium, Balitabangkes baru saja mendapatkan 10.000 Polymerase Chain Reaction (PCR). Alat tersebut digunakan untuk uji laboratorium yang hasilnya bisa dilihat dalam sehari. Kementerian Kesehatan juga tengah melakukan penelitian bagi laboran di daerah. Sejauh ini ada sepuluh laboratorium yang disiapkan di daerah. ”Meski nanti yang menyatakan positif harus Balitbangkes,”

Soal alat pelindung diri (APD) pun dia yakin masih terpenuhi. Sebelumnya ada pemberitaan salah satu rumah sakit di Tasikmalaya, Jawa Barat, kehabisan baju APD sehingga menggunakan jas hujan. Yuri menyatakan bahwa APD dikoordinasikan propinsi.

”Kami juga telah menemukan importir selain Tiongkok. Ada India dan Den Haag serta negara lain,” ucapnya.

Melihat kasus yang semakin banyak, pemerintah tetap melakukan tindakan yang sebelumnya pernah dilakukan. Misalnya saja contact tracing atau menelusuri siapa saja yang pernah berhubungan dengan pasien positif Covid-19.

Di pintu masuk negara pun patut diperketat. Mengingat kasus ini acap kali tidak bergejala, maka health alert card (HAC) menjadi penting. ”Kalau tidak terlacak thermal scaner mungkin masih masa inkubasi atau muncul gejala ringan tapi sudah diobati sehingga panasnya turun. HAC yang paling berfungsi karena akan dipantau,” ujarnya. Pengisian HAC secara jujur diperlukan.

Sejauh ini, tidak ada larangan berpergian meski melihat kasus Covid-19 di tanah air sudah ada 27 orang. Larangan hanya ke Italy, Iran, dan Korea Selatan saja.  (jpg/jm)

  • Dipublish : 11 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami