Tewas Bersimbah Darah Depan Lift, Dibunuh setelah Berhubungan Intim

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SURABAYA,– Pembunuhan di Apartemen Puncak Permai Tower A terungkap. Polisi tidak butuh waktu lama untuk menangkap pelaku pembunuhan tersebut. Aksi pembunuhan itu terjadi setelah korban dan pelaku berhubungan intim. ’’Motifnya, sakit hati,’’ kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho kemarin (23/4).

Pelaku pembunuhan tersebut adalah Ahmad Junaidi Abdillah. Pemuda 20 tahun itu dijemput petugas di tempat kerjanya di Sawahan. Junaidi mengaku mengenal korban dari sebuah aplikasi media sosial (medsos). Korban bernama Ika Puspita Sari dikenal sebagai perempuan pemuas nafsu pria hidung belang.

Dia melayani tamunya di apartemen yang ditinggali sejak 3 April lalu.

Junaidi yang tertarik lantas mengajaknya bertransaksi. Ika pun mematok tarif Rp 500 ribu untuk sekali berhubungan intim. Jika dua kali, tarifnya mencapai Rp 800 ribu. ’’Harga itu sempat ditawar tersangka,’’ ujar perwira dengan tiga melati di pundak tersebut.

Junaidi, lanjut dia, bersedia kalau tarif yang harus dibayar Rp 500 ribu untuk dua kali berhubungan intim. Namun, korban tidak memberi jawaban gamblang. Ika hanya meminta Junaidi datang kalau memang serius.

Jawaban itu dianggap pelaku sebagai kesepakatan. Junaidi mendatangi apartemen yang ditinggali korban. Ika menjemputnya di lobi apartemen. Kamera CCTV menyorot keduanya berjalan beriringan pada pukul 03.30. Ika mengajak pelaku ke kamar 857 yang ditinggalinya. Mereka lantas berhubungan intim. Nah, masalah terjadi setelahnya.

Junaidi ingin kembali berhubungan intim. Namun, permintaan tersebut ditolak korban. Ika mengatakan tidak mau. Perempuan 36 tahun itu juga meminta bayaran Rp 500 ribu. Jawaban tersebut membuat pelaku tersinggung. Junaidi sakit hati. Warga Sampang yang indekos di Sawahan itu menganggap korban telah ingkar janji.

Sandi mengungkapkan, korban dan pelaku sempat cekcok. Junaidi selanjutnya gelap mata. Dia melihat pisau dapur di dekatnya. Karyawan pabrik keripik usus tersebut spontan mengambilnya. ’’Dipakai untuk menyerang korban,’’ terangnya. (jp)

  • Dipublish : 24 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami