The Daddies Belum Terbendung

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KUALA LUMPUR – Usia kepala tiga bukanlah halangan bagi pasangan bulutangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan(35) dan Mohammad Ahsan (32) mengejar banyak gelar. Melihat dari sejarah pebulutangkis dunia, usia 30 tahun menjadi batas mereka meraih kampiun kembali. Seperti Rudy Hartono yang baru berhenti mengejar All England di tahun 1979, tepat di saat usianya mencapai 30 tahun.

Namun, pasangan yang dijuluki The Daddies itu tetap tampil gemilang. Terbukti, Hendra/Ahsan tetap menjadi pasangan ganda putra nomor dua dunia dibawah rekan senegaranya Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Gideon Fernaldi yang usianya terpaut lebih dari 10 tahun di bawah mereka .

Termasuk tahun ini, geliat mereka mencari gelar lain masih terus memburu. Dalam ajang Malaysia Masters 2020, Hendra/Ahsan belum terhenti hingga kini ia mendapatkan tiket babak semifinal turnamen super Level 500 tersebut.

Padahal yang dihadapi Hendra/Ahsan di babak perempatfinal bukan-lah lawan yang mudah untuk ditaklukkan. Pasalnya, mereka merupakan pasangan asal Taiwan yang kini menduduki peringkat tujuh dunia yani, Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Pada duel yang berlangsung di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (10/1) kemarin, Hendra/Ahsan berhasil mengalahkan lewat pertarungan rubber game dengan skor 20-22, 21-18 dan 21-19 dalam waktu 49 menit.

Pertarungan antara Hendra/Ahsan dan Lee/Wang berlangsung begitu sengit. Di game pertama, Hendra/Ahsan yang sempat tertinggal, kemudian berhasil menyusul, namun gagal mengamankan game pertama. Pada game kedua dan ketiga, Hendra/Ahsan mulai mengubah tempo permainan dan lebih mengontrol permainan, hingga akhirnya mereka bisa merebut kemenangan di dua game terakhir itu.

Hasil ini menjadi kemeangan kelima Hendra/Ahsan atas Lee/Wang dari tujuh kali pertemuannya. Sebelum ini, Hendra/Ahsan bertemu Lee/Wang pada ajang BWF World Tour Final 2019, Desember lalu. Pada saat itu, Hendra/Ahsan menang dengan skor 21-14 dan 21-9.

“Saya rasa kualitas lawan semibang dengan kami, kami tidak boleh lengah sedikit pun. Mereka polanya bagus, power-nya kuat. Kami sudah unggul, mereka bisa membalikan keadaan, jadi game pertama lepas,” ungkap Ahsan soal pertandingan menghadpi Lee/Wang, Jumat (10/1) kemarin.

“Di game kedua, kami berhasil pegang permainan depan, tapi terakhir-terakhir memang agak kendor. Dari awal kami coba menyerang terus, bolanya juga nggak gampang,” ujar Hendra menambahkan.

Dengan hasil in, Hendra/Ahsan berhasil melangkah ke babak semifinal. Dalam babak empat besar yang bakal berlangsung Sabtu (11/1/2020) hari ini, The Daddies bakal berhadapan dengan Li Junhui/Liu Yuchen.

Melihat dari rekor pertemuannya, Hendra/Ahsan yang merupakan unggulan kedua sudah 13 kali bertemu dengan pasangan peringakt tiga dunia itu. Hendra/Ahsan masih kalah 6-7 dari rekor pertemuan tersebut. Namun, di pertemuan terakhir pada ajang Hong Kong Open 2019, Hendra/Ahsan sukses mengalahkan Li/Liu dengan skor 21-13, 16-21 dan 21-16.

Menjelang laga tersebut, Hendra/Ahsan mengaku bakal memeberikan yang terbaik. Namun, setelah pertandingan peremptfinal itu, Hendra/Ahsan mengaku lebih memilih untuk beristirahat demi tampil optimal dalam laga hari ini.

“Jaga kondisi saja, kami siap untuk besok, istirahat, yang penting bisa mengeluarkan kemampuan kami,” tuntas Ahsan.

Selain Hendra/Ahsan, ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu juga berhasil tembus ke babak semifinal usai mengalahkan Chang Ye Na/Kim Hye Rin. Dalam laga berdurasi 56 menit, Greysia/Apriyani mengalahkan ganda putri asal Korea tersebut dengan skor 21-19, 21-19. Kemenangan ini sekaligus membalas dua kekalahan Greysia/Apriyani atas Chang/Kim di dua pertemuan sebelumnya.

“Bedanya dari persiapannya, dalam hal mental dan pikiran. Sebelumnya mungkin sudah siap juga, tapi di lapangan tidak berani menerapkan apa yang sudah kami pelajari. Sekarang lebih berani dan mau ngadu. Chang/Kim pasangan yang bagus, apalagi Chang lebih mengatur di depan net,” jelas Apriyani.

Greysia/Apriyani berharap penampilan mereka membaik, mengingat hasil yang mereka raih tahun lalu kurang menggembirakan. Ditambah lagi, Greysia mengalami cedera bahu kanan dan hal ini membawa pengaruh pada performanya.

Di babak semifinal Sabtu (11/1/2020) hari ini, Greysia/Apriayni yang kini menempati peringakt delapan dunia bakal berhadapan dengan wakil Tiongkok, Li Wen Mei/Zheng Yu. Keduanya sudah dua kali bertemu dan masih imbang 1-1 dalam rekor pertemuan tersebut. (gie/fin/tgr)

  • Dipublish : 11 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami