Tiga Kurir Ganja Lolos dari Hukuman Mati

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

SERANG – Dedi Kaharmunas (37), Jaenudin (26) dan Misbahudin (36) tiga kurir ganja 10 karung yang ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat di Kota Cilegon Jumat (10/5) lolos dari hukuman mati. Ketiganya hanya dijatuhi hukuman pidana masing-masing 20 tahun dan 15 tahun penjara dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (18/12).

Lolosnya ketiga terdakwa hukuman mati tersebut karena majelis hakim menganggapnya sebagai kurir bukan sebagai bandar narkoba. Rabu (11/12) di PN Serang, JPU Kejari Cilegon menuntut ketiganya dengan tuntutan mati. Kendati tidak sependapat dengan hukuman mati, namun majelis hakim yang diketuai oleh Guse Prayudi sependapat perbuatan ketiganya telah terbukti memenuhi unsur dalam Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 132 ayat (1) undang-undang yang sama.

Saat persidangan berlangsung, ketiga terdakwa diadili secara bergantian. Dedi Kaharmunas diadili terlebih dahulu. Kurir asal Aceh tersebut diganjar pidana penjara selama 20 tahun. Vonis yang sama kemudian dijatuhkan kepada Misbhahudin. Sementara Jaenudin dijatuhi hukuman lebih ringan yakni pidana penjara selama 15 tahun denda Rp1 miliar subsider 4 bulan kurungan. “Terdakwa (Jaenudin-red) hanya dimanfaatkan Misbahudin dan dijanjikan Rp800 ribu untuk mengangkut ganja tersebut,” kata Ketua Majelis Hakim Guse Prayudi.

Dalam pertimbangan vonis tersebut, perbuatan ketiga terdakwa dianggap tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba dan merusak generasi muda sebagai hal-hal yang memberatkan. Sementara hal yang meringankan, ketiga terdakwa belum pernah dihukum, melakukan perbuatan tersebtu atas dorongan orang lain, mengakui terus terang perbuatannya, berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. “Dan merupakan tulang punggung keluarga,” ujar Guse dalam sidang yang dihadiri JPU Kejari Cilegon Wandy Batubara.

Majelis berpendapat, kedua bandar pemilik ganja tersebut yakni Anwar dan Jawa yang saat ini masih dalam buronan BNN Pusat layak dijatuhi hukuman mati. “Kedudukan terdakwa hanya kurir bukan pihak penjual atau pembeli. Terdakwa hanya orang suruhan yang diiming-imingi uang, bukan bandar Anwar dan Jawa saat ini dalam pencarian,” kata Guse dalam sidang yang disaksikan kuasa hukum terdakwa Ely Nursamsiah.

Diuraikan majelis dalam putusannya, penyelundupan ganja tersebut bermula Anwar menemui Dedi di kediamannya di Jalan Gampong Leuhan, Kelurahan Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat. Dedi diminta Anwar mengirim daun ganja ke Kota Cilegon. Anwar berjanji memberikan imbalan sebesar Rp100 juta.

Dedi yang tergiur dengan imbalan itu menerima tawaran tersebut.

Dedi kemudian mengambil 10 karung ganja itu dari kediaman orang tua Anwar di Desa Seunebok, Aceh. Puluhan karung ganja itu diangkut ke dalam mobil box colt diesel nopol A 9401 ZA pada Selasa (7/5) “Mobil tersebut dikendarai terdakwa Dedi Kaharmunas dari Aceh sampai dengan Kota Cilegon,” kata Guse.

Setelah perjalanan selama empat hari, Dedi pun tiba di penginapan D’Orange Home Stay, Jalan Andromeda Kompleks GM KS, Blok F Nomor 2, Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon. Petugas BNN Pusat yang telah mengintai Dedi melakukan penangkapan. Untuk menangkap kurir yang lain, Dedi lalu diminta untuk menghubungi rekannya bernama Misbahudin. “Terdakwa (Dedi Kaharmunas-red) telah bekerja sama dengan aparat penegak hukum (salah satu pertimbangan hukuman 20 tahun-red) untuk menangkap Misbahudin dan Jaenudin,” kata Guse.

Usai dihubungi Dedi, Mishabudin mengajak Jaenudin. Warga Bogor, Jawa Barat ini berjanji akan memberikan uang Rp800 ribu kepada Jaenudin sebagai imbalan menemaninya membawa ganja dari Cilegon.

Jumat (10/5) malam, sebuah minibus Toyota Avanza nopol F 1013 PZ disewa oleh Misbahudin. Minibus itu berangkat menuju penginapan D’Orange Home Stay. Saat tiba di penginapan, Misbahudin dan Jaenudin disambut Dedi. Karung ganja itu dipindahkan oleh ketiganya ke dalam mobil minibus Toyota Avanza. “Petugas BNN yang telah memerintahkan terdakwa (Dedi Kaharmunas-red) untuk memindahkan ganja tersebut bersama Misbahudin dan Jaenudin ke mobil Toyota Avanza melakukan penangkapan,” kata Guse.

Dari keterangan Misbahudin dirinya mengakui menerima perintah dari lelaki yang biasa dipanggil Jawa untuk mengambil ganja tersebut. Misbahudin bersedia menjadi kurir ganja tersebut lantaran hutangnya kepada Jawa sebesar Rp20 juta dianggap lunas. Atas vonis tersebut, ketiga terdakwa menyatakan menerima putusan. Sementara, JPU Kejari Cilegon Wandy Batubara pikir-pikir.

(mg05)

  • Dipublish : 19 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami