Tim Medis yang Merawat Novel Baswedan Bersaksi di Persidangan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Sidang kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jaksa penuntut umum (JPU) akan menghadirkan tenaga medis yang merawat Novel di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

“Saksinya dari dokter dan medis di RS Mitra Keluarga dan JEC,” kata Jaksa Fedrik Adhar dikonfirmasi, Rabu (20/5).

Jaksa penuntut umum sejatinya mengagendakan terhadap empat orang saksi untuk datang ke persidangan. Mereka adalah Cecilia Muliawati Jahja, Sengdy Chandra Chauhari, R. Yefta A Moenadjat, dan Jihan Hutauruk. Namun,
hanya saksi atas nama R. Yefta A Moenadjat yang berkenan hadir pada hari ini. “Kami sedianya panggil suster dan dokter. Tapi yang hadir hanya dokternya saja,” ujar Fedrik.

Dalam kasus ini, dua oknum Brimob Polri Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melakukan perbuatan penganiayaan secara terencana yang mengakibatkan luka-luka berat. Keduanya menyebabkan mata Novel Baswedan mengalami penyakit sehingga kornea mata kanan dan kiri berpotensi menyebabkan kebutaan.

Kedua terdakwa melakukan perbuatannya karena membenci Novel Baswedan yang dinilai telah mengkhianati dan melawan institusi Polri. Keduanya kemudian pada 11 April 2017 bertempat di Jalan Deposito Blok T Nomor 10 RT 003 RW 010 Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara sekitar pukul 05.10 WIB menyiram cairan asam sulfat (H2SO4) kepada Novel Baswedan yang keluar dari Masjid Al-Ikhsan menuju tempat tinggalnya.

Akibat ulah kedua terdakwa, cidera yang dialami Novel itu disebutkan berdasarkan hasil visum et repertum nomor 03/VER/RSMKKG/IV/2017 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga menyatakan ditemukan luka bakar dibagian wajah dan kornea mata kanan dan kiri Novel.

Bahkan, akibat perbuatan kedua terdakwa, mata kanan dan kiri Novel berpotensi mengalami kebutaan. Hal ini pun berdampak pada kinerja Novel sebagai penyidik KPK.

Atas perbuatannya, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa melanggar Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (jp)

  • Dipublish : 20 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami