Tim Teknis Kasus Novel Berjumlah 120 Personel Polri

Novel Baswedan Penyidik KPK. Foto: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Novel Baswedan Penyidik KPK. Foto: Faisal R Syam / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Polri mengumumkan jumlah personel tim teknis yang akan mengungkap kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan. Total jumlag anggota tim sebanyak 120 orang dan mulai bertugas, per tanggal 1 Agustus 2019, hingga 6 bulan ke depan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan, jumlah personel tim teknis kasus Novel Baswedan berjumlah 120 orang. Untuk Penanggung jawab tim adalah Kabareskrim Polri Komjen Pol Idham Azis.

“Untuk ketua timnya sendiri telah ditunjuk Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Nico Afinta yang akan memimpin proses pengungkapan kasus ini, sekaligus mengungkap pelakunya,” kata Dedi saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network, Kamis (1/8).

Dedi menyebut, banyaknya personel yang dilibatkan merupakan bukti bahwa Polri serius, dan berkomitmen tinggi mengungkap kasus ini secepat-cepatnya.

“Tidak ada alasan buat kami untuk mengulur-ulur waktu agar dapat mengungkap kasus ini dan juga pelakunya. Dan dengan jumlah personel yang kita siapkan, tentunya bisa menunjukan bahwa komitmen Polri adalah mengungkap secepat-cepatnya kasus saudara NB,” ungkapnya.

Lebih jauh, Dedi menerangkan, dalam tugasnya nanti Tim teknis ini akan dibagi ke dalam beberapa sub-tim, yang terdiri dari penyelidik, penyidik, interogator, surveillance, siber, Inafis, laboratorium forensik (labfor), serta analisis dan evaluasi (anev).

“Dan perlu kami sampaikan, untuk tahap pertama tim akan bekerja selama tiga bulan, terhitung dari tanggal 1 Agustus hingga 31 Oktober 2019. Dan jika memang dibutuhkan, masa kerja tim teknis akan diperpanjang selama tiga bulan dan akan dievaluasi setelah satu semester tersebut,” ujarnya.

Terkait instruksi Presiden agar kasus ini dapat terungkap dalam waktu tiga bulan, Dedi mengharapkan tenggat waktu tersebut bisa dipenuhi Tim Teknis. Tapi, dia pun berkeyakinan kalau tim ini pun pasti dapat mengungkap kasus ini dan akan bekerja maksimal.

“Kami sendiri optimis tim ini bisa mengungkap kasus saudara NB. Dan kami mohon doanya, Semoga dalam waktu yang sesuai instruksi presiden, 3 bulan tim ini dapat menjawabnya,” ucap Jendral bintang satu ini.

Terpisah, Presiden Joko Widodo mengaku, tetap menargetkan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK bisa tuntas dalam waktu tiga bulan, dan tetap berpegang pada target itu meskipun Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian menetapkan masa kerja tim teknis selama 6 bulan.

Untuk itu, Jokowi pun meminta kepada awak media agar menanyakan perkembangan kasus Novel ini jika setelah tiga bulan kedepan tim ini belum berhasil mengungkapnya.

“Jalan sajakan belum, nanti kalau sudah tiga bulan tanyakan ke saya,” singkat Jokowi kepada wartawan.

(Mhf/gw/fin)

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 2 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami