Tips Agar Kendaraan Anda Lolos Uji Emisi dan Bebas Denda

Uji emisi akan dilakukan minimal enam bulan sekali dan berlaku untuk semua jenis kendaraan baik kendaraan pribadi, kendaraan umum dan juga roda dua. (Ilustrasi)
Uji emisi akan dilakukan minimal enam bulan sekali dan berlaku untuk semua jenis kendaraan baik kendaraan pribadi, kendaraan umum dan juga roda dua. (Ilustrasi)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Masih hangat dibicarakan terkait peraturan penerapan uji emisi gas buang kendaraan bermotor di Jakarta. Uji emisi akan dilakukan minimal enam bulan sekali dan berlaku untuk semua jenis kendaraan baik kendaraan pribadi, kendaraan umum dan juga roda dua.

Bahkan sanksi tegas juga akan diberlakukan jika ada kendaraan yang tidak lolos uji emisi dan akan dikenakan denda hingga Rp 250 ribu untuk motor, dan mobil Rp 500 ribu.

Terkait hal ini sebaiknya kendaraan Anda memiliki kondisi emisi gas buang yang terjaga. Sebenarnya ada beberapa cara agar agar kendaraan Anda lolos dari uji emisi

Pertama adalah melakukan perawatan berkala, bukan hanya sekedar mengganti oli saja, tetapi juga perlu melakukan beberapa perawatan lainnya seperti menjaga filter udara. Komponen yang satu ini memang terkadang sering dianggap remeh, namun fungsinya sangat besar.

Filter udara pada mobil berfungsi agar menyaring partikel debu dan kotoran agar tidak tersedot ke ruang mesin. Jadi, jika filter udara terganggu dan tak pernah mendapatkan perawatan jelas akan berdampak pada mesin yang tak lagi sehat.

Jika ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin mobil yang kamu miliki tidak lolos uji emisi nantinya.

Kedua adalah busi, jika tidak terawat, berjamur atau berkarat, maka busi mobil yang rusak ini akan menjadi penghadang lolos atau tidaknya uji emisi.

Ketiga, penggunaan bahan bakar pun akan menjadi sorotan ketika kelayakan uji emisi mobil dimulai. Bila Anda selama ini kerap bergonta-ganti bahan bakar atau seringkali menggunakan bahan bakar yang tidak tepat untuk mobil, maka kebiasaan ini harus diubah.

Keempat, penggunaan oli mesin, segera pastikan apakah Anda selama ini sering melakukan pergantian oli mesin sesuai waktunya atau tidak.

Kelima adalah MAP Sensor yang punya peran mendeteksi atau menilai volume udara yang masuk di dalam ruang bakar. Jika bagian ini bekerja dengan baik, maka emisi mobil dipastikan berfungsi dengan baik.

Untuk memastikan semuanya memang benar-benar layak emisi, tentunya tidak ada salahnya untuk mengujinya terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan mekanik atau teknisi di bengkel-bengkel mobil terdekat.

Bila mobil Anda bermesin diesel, perlu memeriksa kondisi injektornya. Komponen ini berfungsi menyemprotkan bahan bakar dengan tekanan yang tinggi ke ruang bakar. Injektor juga mudah tersumbat oleh kotoran atau sulfur yang terbawa dari solar.

Jika sudah mulai tersumbat, injektor tidak lagi menyemprotkan bahan bakar dengan baik dan mengakibatkan performa mesin akan menurun. Selain itu, injektor yang tersumbat juga mengakibatkan bahan bakar semakin boros dan menimbulkan asap hitam yang membuat emisi gas buangnya menjadi buruk.

Jangan lupa cek knalpot, jika knalpot mobil mengalami kebocoran, akan membuat tekanan pada sirkulasi gas buang berkurang dan mengganggu kinerja mesin. Bahkan akan membuat emisi gas buang menjadi meningkat.

Bila Anda mempunyai mobil yang sudah tua bukan berarti tidak bisa lolos uji emisi. Anda bisa melakukan pengecekan pada bagian karburatornya. Bagian yang perlu di periksa adalah bagian spuyer dan throttle valve-nya.

Kemudian, kamu bisa mengatasinya dengan pengaturan yang pas agar bisa lolos pengujian emisi. Bahkan Anda juga bisa mendapatkan performa dan efisiensi bahan bakar yang optimal.

Mobil yang sudah memiliki umur lebih dari 5 tahun, perlu melakukan carbon clean. Carbon clean adalah sebuah cara untuk merontokkan timbunan karbon yang merupakan hasil sisa pembakaran yang menempel pada head silinder dan ruang bakar mesin.

Biasanya dengan seringnya pemakaian mobil, timbunan karbon tersebut akan semakin menebal. Jika sudah sangat tebal timbunan karbon tersebut akan menyebabkan mesin menjadi ‘ngelitik’ dan emisi akan meningkat. Silahkan mencoba! (jpc/jm)

  • Dipublish : 8 November 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami