TKW Mudik Dicek Kesehatannya

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

KENDAL – Tingginya persebaran buruh migran di Kabupaten Kendal ternyata menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah, utamanya dalam mengantisipasi potensi peserbaran Virus Corona atau novel coronavirus (2019-nCoV), sebuah virus baru asal Cina yang mematikan. Untuk itu, setiap TKI atau TKW yang pulang kampung nantinya harus melalui pemeriksaan kesehatan di RSUD Soewondo Kendal, yang ditunjuk Pemprov Jateng sebagai fasilitas kesehatan (faskes) di Kendal yang siap memberikan penanganan terhadap pasien yang tertular Virus Corona.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendal, Ferinando Rad Bonay, Senin (27/1). Kata dia, sebagai rumah sakit yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan dan penanganan pasien yang terinfeksi virus corona, RSU Soewondo siap dengan ruang penanganan lengkap dengan peralatannya. Untuk kesiapan tenaga medisnya, RSUD akan melakukan simulasi tentang bagaimana memberikan penanganan terhadap pasien yang terjangkit virus tersebut.

“Sudah kami cek di rumah sakit. Ruangan dan alat-alatnya sudah siap. Tinggal siapkan tenaga medisnya. Rumah sakit akan lakukan simulasi cara penanganan yang libatkan tenaga medisnya,” katanya.

Faerinando mengungkapkan, dengan ditunjuknya RSU Soewondo tersebut, sehingga semua fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Kendal, yakni Puskesmas dan rumah sakit swasta jika ada pasien penderita saluran pernafasan akibat terjangkit virus corona maka harus segera dikirim ke RSU Soewondo. Sehingga pasien akan cepat mendapatkan penanganan pelayanan secara intensif.

“Kami sudah beri surat edaran ke fasilitas kesehatan jika ada pasien yang terinfeksi virus itu harus dikirim langsung ke RSU Soewondo. Jika ada warga yang habis berpergian dari luar negeri, terutama Cina, harus dilakukan pemeriksaan. Untuk diteksi apakah terjangkit virus corona atau tidak,” terangnya.

Ferinando menambahkan, bahwa gejala klinis bagi pasien penderita saluran pernafasan akibat terjangkit virus corona itu adalah demam, batuk dan pilek, gangguan pernafasan, dan sakit tenggorokan, serta mengalami letih lesu. Cara penyegahanya agar dari virus tersebut adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker bila batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang perbanyak sayur dan buah, hati-hati kontak dengan hewan, dan jangan mengkonsumsi daging yang tidak masak serta bila batuk, pilek dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan.

“Bagi warga yang jadi TKI ke Cina, maka gunakan masker bila berada di kerumunan orang. Jika mengalami penyakit pernafasan selama di Cina atau setelah kembali ke tanah air, segera hubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat perjalanannya, serta disarankan tidak mengunjungi pasar hewan,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kendal, Mastutik, mengatakan, sejak ditunjuk menjadi RSUD rujukan khusus penyakit menular pada 2007, pihaknya sudah mempunyai sebuah ruangan isolasi khusus. Ruangan khusus berjarak sekitar 75 meter dari pintu utama.

“Ruang isolasi terdapat 2 buah ruangan perawatan dengan 4 ranjang pasien, sebuah ruangan perawat dan sebuah ruangan khusus pembersihan badan. Selain itu, juga ada alat pelindung diri (APD) dari kepala berupa penutup kepala, kacamata, masker, 2 baju pelindung, sarung tangan, dan sepatu but,” jelasnya.

Kata Mastutik, rumah sakit juga akan menyiapkan petugas merdis yang akan melakukan penanganan kepada pasien terjangkit corona. Yakni dengan akan memberikan arahan khusus kepada petugas medis. bagi petugas yang khusus menangani pasien diwajibkan memamakai APD yang disediakan melewati jalur khusus.

“Selesai melakukan penanganan, petugas juga diwajibkan mandi dan bersih-bersih badan di kamar mandi khusus sebelum keluar dari ruangan isolasi. Baju yang luar juga harus ditinggal sekalai pakai dan nantinya keluar lewat pintu berbeda,” terangnya.

Humas RSUD Dr H Soewondo Kendal, Muhammad Wibowo mengakui, pihaknya langsung menyiapkan ruang perawatan khusus pasien yang diduga terinfeksi virus corona. Rumah sakit milik pemkab ini merupakan salah satu rumah sakit rujukan untuk pasien corona. “Kebetulan rumah sakit ini merupakan salah satu yang menjadi rujukan pasien corona. Jadi kami sudah siap,” timpalnya.

Ruang khusus yang disiapkan berisi empat bed untuk pasien yang akan dirawat. Selain itu pengamanan terhadap dokter, perawat dan pengunjung juga sudah disiapkan. “Sehingga ketika ada pasien corona masuk semua pihak yang terlibat tidak khawatir tertular virus tersebut,” pungkasnya.(lid/fin)

  • Dipublish : 28 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami