TNI AL Cari Posisi Terakhir KRI Nanggala 402 Terlihat

Foto: Instagram marinir_laut
Foto: Instagram marinir_laut
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JARINGAN MEDIA – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, pihaknya masih melaksanakan evakuasi pada area lokasi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali. Dia menyebut, KRI Rigel masih melakukan pendeteksian untuk mengetahui posisi terakhir kapal selam terlihat.

“KRI Rigel-933 saat ini tetap melaksanakan pendeteksian lanjutkan untuk menyakinkan kontak-kontak yang bawah air di sekitar datum atau posisi terakhir kapal selam terlihat,” kata Yudo dalam keterangannya, Minggu (25/4).

Sejumlah pihak juga turut membantu proses evakuasi KRI Nanggala-402 tersebut. Pihak-pihak yang membantu antara lain, 4 kapal Baharkam Polri, 2 kapal Basarnas dan 1 kapal Bakamla serta bantuan negara sahabat yakni HMS Ballarat Australia serta dua kapal rescue MV.

Kemudian juga kapal Mega Bhakti Malaysia, MV Swift Rescue Singapura dan Pesawat P-8 Poseidon Amerika Serikat.

Menurut Yudo, pihaknya juga menyiapkan evakuasi medis pada awak kapal dimungkinan masih ada yang selamat. Nantinya mereka akan dievakuasi ke Surabaya atau Banyuwangi.

Yudo menuturkan, tim SAR gabungan tetap berjuang dengan keras sesuai dengan sektor-sektor pembagian tugas yang sudah ada.

“Unsur TNI AL tetap melaksanakan pendeteksian bersama unsus-unsur lain termasuk Polri, Basarnas, Bakamla dan unsur luar negeri yang akan berdatangan akan masih berjuang keras. Karena terdeteksi benda berada pada kedalaman 850 meter, sehingga memiliki kesulitan yang tinggi,” pungkas Yudo.

Sebelumnya, Yudo Margono memutuskan mengisyaratkan kondisi KRI Nanggala-402 meningkatkan dari fase submiss menuju fase subsunk.
Hal itu pun telah disampaikan saat konferensi pers tentang perkembangan pelaksanaan SAR KRI Nanggala yang dipimpin Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Sabtu (24/4) kemarin.

Bukti autentik yang menguatkan meningkatkan fase tersebut, yakni adanya benda warna hitam yang merupakan potongan pelurus torpedo, pembungkus pipa pendingin yang terdapat sebuah tulisan Korea. “Hal ini karena KRI Nanggala pernah melaksanakan overhaul di Korea Selatan pada tahun 2012,” tandas Yudo.(jm/jawapos)

  • Dipublish : 25 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami