TNI-POLRI Awasi Penyaluran Gas LPG Bersubsidi di Sidrap

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SIDRAP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap dan aparat TNI dan Polri melakukan pengawasan ketat terhadap penyaluran tabung gas elpiji 3 Kg, Rabu, 31 Juli.

Mereka melakukan pemantauan penyaluran dengam cara terjung langsung ke lokasi penyaluran dengan cara mengikuti mobil truk pengangkut gas bersubsidi tersebut.

Seperti halnya di Kelurahan Wala, Kecamatan Maritenggae, WatanG Pulu, Baranti, Dua Pitue hingga Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindag Sidrap, Ahmad Dollah mengatakan, tim yang turun ini adalah gabungan dari pemerintah maupun TNI-Polri.

“Kami turun untuk memastikan penyaluran gas tersebut tepat sasaran agar tidak ada permainan antara pengecer dan pangkalan maupun sopir truk pengakut gas,” katanya.

Begitu juga dengan pembelian dengan jumlah yang terlalu banyak serta penjualan diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500.

“Itulah semua yang kita awasi sehingga penyalurannya merata dan kelangkaan ini bisa teratasi,” ucapnya.

Disebutkannya, untuk pembelian gas melon ke konsumen itu maksimal 1 tabung dengan memperlihatkan Kartu Keluarga (KK).

Konsumen yang berhak membeli, kata dia adalah warga yang berdomisili di sekitar pangkalan atau maksimal dalam satu wilayah Kecamatan.

Hal itu berdasarkan surat edaran Nomor 500/4000/Ekon Tentang Pengawasan dan Penertiban Pendistribusian LPG 3 Kg di Sidrap yang ditandatangani oleh Bupati Sidrap, H Dollah Mando.

Dalam surat tersebut juga disebutkan bahwa pangkalan gas elpiji 3 Kg wajib memasan nama pangkalan di depan rumah toko atau kios yang mencantumkan HET yang mudah dilihat.

Selain itu juga wajib memiliki surat izin usaha, izin pangkalan maupun izin lainnya. Pangkalan hanya dapat menjual kepada konsumen rumah tanggah dan usaha mikro.

Kemudian pangkalan wajib menjual LPG 3 Kg sesuai HET yang telah ditetapkan sebesar Rp15.500. “Jika pangkalan melanggaran dari aturan-aturan yang ada maka akan dicabut izin pangkalannya dan tidak boleh menjual lagi gas elpiji 3 Kg,” ucapnya.

Sekedar diketahui, berdasarkan data sebelumnya ada sebanyak 11.200 tabung yang beredar setiap hari di Sidrap yang ditangani 4 agen penyalur yakni PT Harapan Baru Sejahtera 3.640 tabung, PT Khumas Siappang 2.800 tabung, PT Haci Mitra Gas 2.240 tabung, dan PT Karya Minasa Mandiri 2.520 tabung. (ira/ade)

 

Sumber: parepos.fajar.co.id

  • Dipublish : 1 Agustus 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami