Tolak Omnibus Law, Mahasiswa dan Buruh Turun ke Jalan

Para demonstran saat menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD Temanggung. (Tabah Riyadi)
Para demonstran saat menyampaikan aspirasinya di depan gedung DPRD Temanggung. (Tabah Riyadi)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

SEMARANG,– Puluhan buruh dan mahasiswa Temanggung menggeruduk kantor DPRD Temanggung, Senin (9/3/2020). Mereka meminta para anggota DPRD Temanggung untuk menolak Omnibus Law atau RUU Cipta Kerja yang dirasa justru akan membuat masyarakat semakin sengsara.

Koordinator Aksi Wahyudi menyampaikan, aksi Aliansi Rakyat Temanggung tersebut merupakan bagian upaya untuk menyuarakan penolakan RUU Omnibus Law. “Karena bagi kami RUU Omnibus Law ini sangat menyakiti hati kami, menyakiti hati rakyat, menyakiti hati buruh,” ujarnya.

Ia meminta agar Omnibus Law tidak perlu dibahas di lembaga legislatif lantaran saat ini draf RUU disinyalir sudah berada di tangan DPR. “Kalau itupun masih tetap tidak bisa, harapan kami klausul cipta kerja, ketenagakerjaan dibahas tersendiri,” tuturnya.

Ketua DPRD Temanggung Yunianto mengaku akan mengakomodasi keinginan para demonstran. Pihaknya juga mengirimkan surat kepada DPR RI agar apa yang diinginkan oleh rakyat di Temanggung untuk menolak RUU Omnibus Law bisa diperhatikan.

“Kami telah melayangkan surat yang pertama, nantinya kami juga akan melayangkan surat yang kedua atas apa yang diinginkan oleh saudara-saudara semua,” ucapnya saat menemui para demonstran. (radarsemarang.jawapos.com)

  • Dipublish : 10 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami