TPID Gandeng Alim Ulama Edukasi Warga Belanja Bijak Selama Ramadan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel budi hanoto
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulsel budi hanoto
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JaringanMedia.co.id, Makassar – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan melakukan silaturahmi bersama para Alim Ulama yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Silaturahmi ini merupakan tindak lanjut rekomendasi kebijakan pada High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulawesi Selatan khususnya mengenai komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi selama ramadan.

Kegiatan silaturrahmi dihadiri Sekertaris Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H.M. Galib, MA, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, Budi Hanoto, Asisten Pererekonomian dan Pembangunan Sulawesi Selatan, Drs. Muh. Firda, M.Si, serta perwakilan dari MUI, Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat NU.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Budi Hanoto mengatakan secara umum pada bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri, tingkat inflasi khususnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) cenderung meningkat seiring bertambahnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Hal tersebut tercermin dari fenomena kenaikan harga barang kebutuhan pokok pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang relatif naik lebih tinggi dibandingkan rata-rata bulan lainnya.

BACA JUGA: pejabat pemkot narkoba, walikota Makassar siapkan tes urin massal

“Fenomena kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi saat Ramadan dan Idul Fitri. Kenaikannya rata-rata lebih tinggi dibanding bulan-bulan lainnya, ” ungkap Budi.

Dalam tiga tahun terakhir, komoditas dengan penyumbang inflasi tertinggi ketika Ramadhan adalah ikan bandeng, daging ayam ras dan cabai.

Alim ulama diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga inflasi serta berbelanja secara bijak ataupun tidak melakukan penimbunan bahan makanan.

“Jadi kami berharap alim ulama bisa beri edukasi warga untuk belanja secara bijak dan tidak menimbun makanan agar kita terhindar dari inflasi, ” Ungkapny.

Al-Quran dan Hadist telah mengajarkan umat muslim untuk memiliki perilaku pola hidup hemat, tidak bersikap boros dan menerapkan pola hidup asas keseimbangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. H.M. Galib, MA selaku Sekertaris Umum MUI Sulsel. Lebih lanjut dijelaskan bahwa hidup yang seimbang adalah perilaku yang tidak boros namun juga tidak kikir untuk membantu sesama.

Dalam edukasi pengendalian inflasi, MUI mendukung penuh inisiasi dari TPID Sulsel. Selanjutnya Drs. Muh Firda, M.Si menyampaikan bahwa Pemprov Sulsel secara konsisten menjaga kestabilan harga melalui strategi 4K yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Sebagai wujud kontribusi nyata terhadap stabilitas harga barang dan jasa, Bank Indonesia Sulsel akan melakukan pengendalian inflasi dengan pendekatan komunikasi efektif melalui kerja sama dengan MUI Sulsel melalui penyusunan buku guideline ceramah pengendalian inflasi bagi para ulama/dai.

Kerja sama ini merupakan implementasi komunikasi efektif yang bertujuan mendorong terciptanya masyarakat sadar inflasi melalui ceramah/dakwah yang disampaikan para mubaligh.

Hal tersebut dinilai efektif dan powerful dalam memberikan pemahaman tentang inflasi kepada masyarakat. (jm/erbas)

  • Dipublish : 26 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami