Transaksi di Pasar Makassar Tanpa Berdesakan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MAKASSAR – PD Pasar mulai mengoperasikan aplikasi Malltronik. Solusi belanja nyaman tanpa harus berdesakan di pasar. Rasa was-was tertular virus korona juga hilang.
Simulasi pembayaran Malltronik digelar di rumah jabatan Wali Kota Makassar, Jumat, 27 Maret. Penjabat (Pj) Wali Kota, Iqbal Suhaeb, melakukan praktik menggunakan aplikasi dengan pembayaran sistem cash on delivery (COD).

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan, Pemkot Makassar berupaya menekan adanya kerumunan massa. Pasar yang menjadi salah satu upaya penerapan disiplin harus menjalankan imbauan membatasi kerumuman dengan penuh kesadaran.
Menurut dia, untuk menjawab keluhan pedagang terkait pembatasan jam berjualan, layanan online atau dalam jaringan (daring) menjadi opsi terbaik. “Seluruh celah interaksi secara langsung harus kita minimalkan, termasuk dalam transaksi antara penjual dan pembeli di pasar tradisional,” ujarnya.

Dia mengaku mengapresiasi inovasi PD Pasar Makassar Raya yang menggandeng Malltronik sebagai layanan digital untuk berbelanja sayur mayur, buah-buahan segar, termasuk produk olahan UMKM di pasar. Masyarakat bisa berbelanja tanpa harus berdesak-desakan di pasar. “Kita tahu itu sangat berbahaya,” ungkapnya.

Iqbal mengatakan, pembeli cukup dimudahkan dengan adanya layanan ini. Transaksi cashless yang dilakukan membuatnya terhindar dari kontak fisik.

Penerapan transaksi belanja via aplikasi masih membuat pedagang bingung. Butuh upaya ekstra mengubah kebiasaan konvensional ke basis teknologi.

Ketua Asosiasi Pedagang Informal Pasar Sentral, Makmur, mengungkapkan pihaknya masih was-was dengan adanya imbauan pembatasan jam operasional pasar. Pembatasan ini terkait kebijakan untuk menghambat penyebaran Covid-19 atau virus korona.

Pasalnya, beberapa pedagang mulai khawatir tak mampu membayar cicilan. “Itu pun kalau bisa sampai kapan? Kami harap ada solusi,” ujarnya, Jumat, 27 Maret.

Niat Pemkot Makassar mengarahkan transaksi antara pedagang dengan pembeli via aplikasi Malltronik juga belum dipahami sepenuhnya. Salah satu solusi, kata Makmur, mestinya harus ada sosialiasi masif.

Pedagang juga harus diarahkan dengan baik jika belanja via online atau daring betul-betul harus dilakukan. “Belum saya tahu. Pernah dengar (aplikasi Malltronik), tetapi menggunakannya itu kami belum tahu,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Makassar (APPSM) HM Sahid. Menurutnya, pemkot harus peka terhadap nasib pedagang. Jangan karena kebijakan, nasib para pedagang dibiarkan begitu saja.

“Kita mau memang ada kejelasan. Apakah ada solusi bagi kami,” ungkapnya.
Soal aplikasi yang akan dikembangkan, Sahid berharap dapat memperoleh manfaat.

Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya, Saharuddin Ridwan mengakui untuk tahap awal pihaknya akan intens melakukan sosialisasi. Sejauh ini, jumlah pedagang yang terverifikasi di Malltronik masih 20 akun.

“Kita akan fokus pada pengembangan pedagang di empat pasar. Masing-masing Pasar Pabaeng-baeng Barat, Pabaeng-baeng timur, New Makassar Mall, dan Pasar Kampung Baru,” katanya.

Direktur PT Malltronik Jaya Semesta, Hengky Rahmat Sutioso sebagai penyedia aplikasi Malltronik mengatakan, selain layanan yang mudah dan terjangkau, pihaknya sudah banyak menggandeng tenant di seluruh Indonesia. “Khususnya di Makassar juga bisa membeli produk secara COD atau bayar di tempat,” pungkasnya. (rdi/rif)

  • Dipublish : 28 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami