Transportasi Berbasis Listrik Jadi Andalan Angkutan Massal Indonesia

Gerbong KRL Khusus Peringati HUT ke 76 RI (DOK. MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Gerbong KRL Khusus Peringati HUT ke 76 RI (DOK. MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Transportasi merupakan wajah dari majunya sebuah negara. Maka dari itu, saat ini Indonesia terus meningkatkan kapasitas pemanfaatan energi berbasis listrik, salah satunya melalui moda transportasi kereta api.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kereta api, khususnya kereta rel listrik (KRL) adalah angkutan massal yang wajib untuk diwujudkan penambahannya. Pasalnya, dengan meningkatkan jumlah kereta api listrik, kemacetan pun akan berkurang.

“KRL itu ramah lingkungan. Jadi Kemenhub memberikan effort untuk membangun KRL. Angkutan massal adalah angkutan masa depan yang menjadi suatu format dari kota untuk tidak macet dan ramah lingkungan,” ungkapnya dalam diskusi daring Merdeka Bertransportasi dikutip, Jumat (27/8).

Salah satu langkah untuk mewujudkannya adalah dengan mengoperasikan layanan KRL Yogyakarta-Solo Balapan yang sudah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 1 Februari lalu. Dari itu, sejumlah stasiun yang dulunya berhenti beroperasi pun kembali diaktifkan.

Direktur Utama Kereta Api Indonesia (Dirut KAI) Didiek Hartantyo menambahkan, dengan beroperasinya transportasi massal berbasis listrik ini, tentunya akan memudahkan masyarakat dalam beraktivitas. Bahkan, juga mengurangi volume polusi di udara.

Selain itu, pihaknya juga akan terus mengintegrasikan sejumlah stasiun dengan moda transportasi lain. Di mana saat ini untuk Stasiun Yogyakarta telah terintegrasi dengan KA Prambanan Ekspres, Kereta Bandara dan KA Jarak Jauh, kemudian di Stasiun Solo Balapan telah terintegrasi dengan Kereta Bandara, Terminal Tirtonadi dan KA Jarak Jauh.

Sementara untuk Jakarta, pihaknya sudah membangun stasiun-stasiun yang terintegrasi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yakni TransJakarta hingga Stasiun Bandara. Ditahap pertama ada 4 stasiun, yakni Tanah Abang, Juanda, Pasar Senen dan Sudirman.

“Lalu nanti sedang kami lakukan di Gondangdia, Tebet, Manggarai, Palmerah, Jakarta Kota,” tutur dia.

  • Dipublish : 30 Agustus 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami