Tujuh Pasien Isolasi di RSUD NTB Negatif Virus Korona

DIAWASI KETAT: Petugas rumah sakit Provinsi NTB mengenakan pakaian khusus di ruang isolasi tempat WNA India diisolasi hingga kemarin (3/3). (Ivan/Lombok Post).
DIAWASI KETAT: Petugas rumah sakit Provinsi NTB mengenakan pakaian khusus di ruang isolasi tempat WNA India diisolasi hingga kemarin (3/3). (Ivan/Lombok Post).
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

MATARAM—Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi warga tidak panik terhadap sebaran virus Korona di NTB. Dinas Kesehatan NTB telah melakukan tindakan-tindakan untuk menangani pasien di RSUD. ”Hingga saat ini tidak ada pasien yang positif Korona di NTB,” tegasnya.

Dinas Kesehatan NTB memastikan, tujuh warga suspect Korona yang diisolasi di RSUD negatif Korona. ”Hasil uji laboratorium menyatakan negatif semuanya,” tegas Eka.

Ketujuh orang itu termasuk warga negara India, NF, 35 tahun dan balita asal China yang diisolasi beberapa hari lalu. ”Yang dinyatakan negatif kita keluarkan dari rumah sakit,” katanya.

Eka menambahkan, secara keseluruhan, Pemprov NTB telah memantau 107 orang dengan status ODP. Termasuk di dalamnya para mahasiswa yang pulang dari China beberapa waktu lalu.

Tapi 85 orang sudah bebas dari pemantauan dan dinyatakan negatif virus Korona. ”Sekarang kita masih memantau 22 orang sisanya,” katanya.

Ke-22 orang itu dipantau di Graha Mandalika RSUD NTB dan sebagian di rumah. Mereka dipantau karena pulang dari beberapa negara yang terdampak virus Korona, seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand. ”Pokonya negara-negara yang terdampak,” katanya.

Mereka yang berstatus ODP dalam kondisi sehat. ”Makanya kita bolehkan pemantauan di rumah karena dia sehat, tidak sakit,” katanya.

Demikian pula dengan orang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), setelah diisolasi tidak ada yang positif Korona. ”Hanya tujuh orang PDP dan negatif semua,” tegasnya lagi.

Terpisah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) NTB H Ali Fikri membenarkan, pasien RO merupakan jamaah umrah asal Kota Mataram. ”Dia berangkat umrah melalui PT Tajak Ramadhan, kantornya tidak di NTB,” katanya.

Harusnya agen perjalanan bertanggungjawab atas kesehatan jamaah sampai dia pulang. Tapi karena kantor agen travel tidak di NTB, pihaknya kesulitan melakukan kontrol. ”Kalau ada kantor cabang di sini, sampai dia ke rumahnya masih kita pantau,” katanya. (lombokpost.jawapos.com)

  • Dipublish : 10 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami