Tujuh Tersangka Pelaku Kerusuhan Wamena

FOTO: TNI FOR FIN

PELAKU AKSI KERUSUHAN DIAMANKAN: Foto ini diambil pada 1 September 2019, oleh anggota TNI yang sedang menjalan tuga pengamanan. Nampak sejumlah pelaku aksi protes yang berujung kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum dan fasilitas vital di Jayapura diamankan. Sementara itu, Mahfud MD hadir dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi di Kantor BPIP, kemarin (3/9).
FOTO: TNI FOR FIN PELAKU AKSI KERUSUHAN DIAMANKAN: Foto ini diambil pada 1 September 2019, oleh anggota TNI yang sedang menjalan tuga pengamanan. Nampak sejumlah pelaku aksi protes yang berujung kerusuhan dan pembakaran fasilitas umum dan fasilitas vital di Jayapura diamankan. Sementara itu, Mahfud MD hadir dalam diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi di Kantor BPIP, kemarin (3/9).
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus kerusuhan di Wamena, Jayapura, pada Senin (23/9). Para pelaku berasal dari Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya dalam hal ini Polres Jayawijaya telah menetapkan tujuh tersangka kasus kerusuhan berdarah di Wamena yang terjadi pada 23 September 2019. Namun, tujuh tersangka tersbeut belum dirilis identitasnya. Sebab, saat ini sedang diperiksa polisi.

“Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka dan masih proses pemeriksaan,” kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Para tersangka akan dijerat tindak pidana kekerasan, penganiayaan dan pembunuhan berencana. Para pelaku kerusuhan diduga berasal dari kelompok KNPB dan ULMWP.

“Dugaan sementara yang terlibat langsung kerusuhan di Wamena dari kelompok KNPB, ada beberapa tokoh diamankan Polres Jayapura, kemudian ada dari ULMWP,” katanya.
Dedi menyebut kondisi keamanan di Wamena saat ini cukup kondusif. Aktivitas masyarakat pelan-pelan membaik. Dedi juga menyampaikan kepala suku di Wamena meminta para warga pendatang yang sempat meninggalkan Wamena agar segera kembali ke Wamena.

Pasalnya warga pendatang berperan penting dalam perputaran roda perekonomian masyarakat Wamena.

“Pada prinsipnya kepala suku di Wamena menghendaki para warga pendatang untuk segera kembali ke Wamena, karena roda ekonomi sebagian besar mereka yang menggerakkan,” katanya.

Terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw meminta para pengungsi kembali ke tempat tinggal mereka di Wamena. Sebab, kondisi Wamena sudah mulai kondusif.

“Ayo kembali ke Wamena, karena kami menjaga keamanan seluruh warga,” kata Kapolda di halaman Masjid Al Aqsa Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura.

Dia memahami kerusuhan Wamena telah menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan yang mendorong warga mengungsi.

“Namun, jangan berlarut dalam ketakutan dan trauma. Karena aparat keamanan siap mengamankan warga dari berbagai gangguan,” katanya meyakini warga.

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu mengatakan bahwa kondisi keamanan Wamena sudah mulai kondusif.

“Jangan takut, kami ada dan akan melindungi warga dari segala gangguan,” katanya.

Sementara Bupati Puncak Willem Wandik akan meminta penambahan aparat keamanan mengingat meningkatnya gangguan keamanan di wilayahnya.

Saya akan meminta tambahan pasukan akibat terjadinya aksi penembakan yang menewaskan warga sipil, katanya.

Selain itu, dia juga meminta agar aparat keamanan terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak termasuk kelompok bersenjata agar mereka tidak lagi mengganggu warga sipil.

“Komunikasi juga harus dilakukan dengan tokoh-tokoh adat dan tokoh agama guna terciptanya kedamaian di wilayahnya,” kata Wandik. (fin)

 

 

Sumber: fin.co.id

  • Dipublish : 2 Oktober 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami