Turis Asal Gowa Sulsel Tewas saat Selfie di Pantai Kelingking Bali

Basarnas Bali dan aparat kepolisian mengevakuasi jenazah turis asal Gowa, Sulsel, Nur Aisyah, yang tewas disapu ombak Pantai Kelingking, Nusa Penida, kemarin malam. (Istimewa)
Basarnas Bali dan aparat kepolisian mengevakuasi jenazah turis asal Gowa, Sulsel, Nur Aisyah, yang tewas disapu ombak Pantai Kelingking, Nusa Penida, kemarin malam. (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id, NUSA PENIDA – Pantai Keliling, Nusa Dua, Klungkung, makan tumbal. Seorang wisatawan domestik asal Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, bernama Nur Aisyah, 22, tewas disapu ombak pantai saat tengah selfie, kemarin (24/10/21) sore pukul 17.00 Wita. Sementara sang guide Putu Suasta yang mencoba membantu Nur Aisyah saat terseret arus pantai, hingga saat ini belum ditemukan.

Menurut informasi, upaya pencarian masih dilakukan Basarnas Bali dengan menyisir kawasan perairan setempat.

“Insiden ini dilaporkan Kadus Desa Bunga Mekar kemarin malam pukul 18.20 Wita,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada. Menurut Koordinator Unit Siaga Basarnas di Nusa Penida, I Putu Cakra Negara, kejadian nahas bermula saat korban Nur Aisyah datang bersama rekannya Ifriani, 29, dan sang guide Putu Suasta ke Pantai Kelingking, kemarin pukul 15.30 Wita.

Pukul 17.00 Wita, korban dan rekannya memutuskan turun ke pantai melalui rute yang terjal. Setiba di bawah, korban Nur Aisyah kemudian bermain pasir dan selfie dengan latar ombak besar.

Rekannya Ifriani sempat mengingatkan korban agar tidak bermain terlalu ke dalam, mendekati ombak pantai selatan yang dikenal ganas itu. Belum sempat lari dari kejaran ombak, tiba-tiba datang ombak besar menggulung tubuh korban.

Korban yang tak pandai berenang sempat berteriak meminta tolong. Ifriani dan sang guide Putu Suasta sempat memberikan pertolongan. Namun, nahas Putu Suasta ikut hilang terseret arus Pantai Kelingking. Sekitar pukul 17.30 Wita, korban Nur Aisyah terlihat mengapung di pinggir pantai dalam kondisi tidak bernyawa. Beberapa warga kemudian memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban. “Kami kemudian mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat menuju Pantai Kelingking Beach pukul 18.40 WITA.

Namun, karena ombaknya terlalu besar menyulitkan proses evakuasi. Kami akhirnya putuskan untuk evakuasi melalui jalur darat,” beber Gede Darmada. Darmada mengatakan, sulitnya medan pendakian membuat jenazah korban Nur Aisyah baru berhasil dievakuasi ke atas tebing pada Senin (25/10/) dini hari pukul 00.10 Wita. “Korban langsung dievakuasi ke RS Pratama Nusa Penida. Sementara upaya pencarian Putu Suasta masih kami lakukan Senin ini,” pungkas Darmada. (JPNN/jm)

  • Dipublish : 25 Oktober 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami