Ukraina Minta Dukungan Indonesia, Kemenlu: Posisi Kita Tak Mengekor AS

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah (kiri) menegaskan bahwa posisi Indonesia terkait konflik Rusia-Ukraina yaitu menginginkan perdamaian dan menganggap kedua negara sebagai sahabat. (ANTARA/Aria Cindyara)
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah (kiri) menegaskan bahwa posisi Indonesia terkait konflik Rusia-Ukraina yaitu menginginkan perdamaian dan menganggap kedua negara sebagai sahabat. (ANTARA/Aria Cindyara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Pemerintah Ukraina meminta dukungan dari pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menghadapi tekanan di tengah konflik dengan Rusia. Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat yang dikeluarkan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta. Menanggapi hal itu, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menegaskan bahwa posisi Indonesia jelas, yaitu menginginkan perdamaian dan menganggap kedua negara sebagai sahabat.

“Posisi kita jelas, kalau ditanya dukungan seperti apa yang diharapkan, kami tetap menganggap persahabatan dengan 2 negara, dan tetap utamakan perdamaian,” tegas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah kepada JawaPos.com, Kamis (3/3).

Menurutnya berdasarkan pernyataan resmi Kemenlu bahwa penghormatan terhadap tujuan dan prinsip piagam PBB dan hukum internasional, termasuk penghormatan terhadap integritas wilayah dan kedaulatan, penting untuk terus dijalankan. Oleh karenanya, serangan militer di Ukraina tidak dapat diterima.

“Serangan juga sangat membahayakan keselamatan rakyat dan mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan dan dunia,” tegasnya.

Indonesia meminta agar situasi ini dapat segera dihentikan dan semua pihak menghentikan permusuhan serta mengutamakan penyelesaian secara damai melalui diplomasi. Indonesia juga mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengambil langkah nyata guna mencegah memburuknya situasi.

Saat ini, Kemenlu juga sedang fokus dalam evakuasi WNI. Para WNI segera dijemput dari safe house di Rumania dan Polandia. Sebab keselamatan WNI selalu menjadi prioritas pemerintah

Bantah Mengekor AS

Dalam memutuskan resolusi PBB, Faizasyah menegaskan posisi Indonesia jelas, tidak pernah mengekor Amerika Serikat dan kawan-kawan negara dari Barat. Sebab dalam perumusan resolusi PBB, katanya, Indonesia ikut terlibat.

“Kalau mengekor itu kan terima jadi begitu saja. Itu tidak benar ya. Indonesia ikut dalam proses perumusan resolusi PBB. Bukan terima begitu saja,” ungkapnya.

Menurutnya, Indonesia ikut terlibat dan memberikan masukan. Indonesia ikut ambi bagian dari resolusi PBB.

“Kita berkontribusi dalam perumusan, yang juga mencerminkan posisi Indonesia. Tak benar jika dikatakan ikut AS. Kita ikut posisi kita, jelas seperti apa yang diungkapkan Menlu (Retno Marsudi) sebelumnya,” tutupnya. (jpc/jm)

  • Dipublish : 4 Maret 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami