Update Korban Kerusuhan Kazakhstan: 164 Orang Mati, Termasuk 16 Polisi

Sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja terlihat di dekat kantor wali kota selama aksi protes yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar di Almaty, Kazakhstan, 5 Januari 2022. (ANTARA/Reuters)
Sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja terlihat di dekat kantor wali kota selama aksi protes yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar di Almaty, Kazakhstan, 5 Januari 2022. (ANTARA/Reuters)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Sebanyak 164 orang, termasuk gadis berusia empat tahun, tewas dalam protes yang menandai kerusuhan terburuk Kazakhstan sejak bekas republik Soviet itu memperoleh kemerdekaan 30 tahun lalu.

Angka itu mengutip Kementerian Kesehatan, dan merupakan peningkatan signifikan dari total yang diumumkan sebelumnya.

Kantor Presiden Kassym-Jomart Tokayev mengatakan ketertiban telah dipulihkan di negara Asia Tengah itu. Pemerintah juga telah mendapatkan kembali kendali atas semua bangunan yang diambil alih oleh para pengunjuk rasa.

Tembakan sporadis terdengar pada Ahad (9/1/2022) di Almaty, kota terbesar di Kazakhstan, menurut stasiun TV Rusia Mir-24. Tetapi tidak jelas apakah itu tembakan peringatan oleh penegak hukum atau bukan.

Presiden Tokayev mengatakan bahwa dia telah mengizinkan perintah bagi polisi dan militer untuk memulihkan ketertiban. Demonstrasi, di bagian barat Kazakhstan, dimulai pada 2 Januari akibat protes kenaikan tajam harga bahan bakar.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyebut perintah Tokayev sebagai “sesuatu yang ia tolak dengan tegas. Sebelumnya presiden mengizinkan aparat menembak siapa yang terlibat atau dalang dari kerusuhan.

“Perintah tembak-menembak, sejauh itu ada, salah dan harus dibatalkan,” kata Blinken di acara ABC “This Week”, dikutip dari Miami Herald, Senin (10/1/2022).

Partai yang sama telah memerintah Kazakhstan sejak memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991.

Siapa pun yang ingin menentang pemerintah telah ditekan, dikesampingkan, atau dikooptasi, di tengah kesulitan ekonomi yang meluas meskipun negara itu memiliki cadangan minyak, gas alam, dan minyak bumi yang sangat besar. Sekitar 5.800 orang ditahan selama kerusuhan, menurut kantor Tokayev. (wartaekonomi/fajar)

  • Dipublish : 10 Januari 2022
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami