Utamakan Umur Dalam PPDB 2020, Pengamat: Khawatir Ada Pembulian

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kriteria umur dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 untuk jalur Afirmasi dan Zonasi memang lebih diprioritaskan. Hal inipun menuai keluhan dari para orang tua Calon Peserta Didik Baru (CPDB).

Untuk tingkat SD, misalnya, sekolah dapat menerima CPDB dari usia 6 sampai 12 tahun. Sedangkan, untuk SMP batas usianya hingga 15 tahun dan SMA/SMK batas umurnya sampai 21 tahun.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdina pun sebelumnya mengatakan, yang melatarbelakangi hal tersebut adalah fakta di lapangan bahwa banyak masyarakat yang tidak bisa bersaing dalam nilai akademik. Maka dari itu, untuk Jalur Afirmasi dan Zonasi lebih memprioritaskan umur CPDB yang lebih tua.

Pengamat Pendidikan Komisi Nasional (Komnas) Pendidikan Andreas Tambah pun mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan anak secara psikologis. Yakni, anak yang umurnya lebih tua dapat minder ataupun menjadi superior di dalam kelas.

“Hal ini perlu juga dipertimbangkan aspek sosial dan psikologisnya. Dikhawatirkan ini terjadi pembulian,” terangnya kepada JawaPos.com, Senin (22/6).

Menurut Andreas, guru pun akan kewalahan dalam mendidik anak dengan umur yang berbeda. Misalnya, di mana terdapat perbedaan pola pikir antara anak usia 6 tahun dengan umur 12 tahun. Para orang tua murid pun juga khawatir kepada perkembangan buah hatinya.

Namun, ia belum bisa memberikan komentar, apakah dengan sistem tersebut akan ada penurunan kualitas pendidikan. “Kalau penurunan saya belum memprediksi, itu tergantung kualitas guru di lapangan, banyak aspek, tapi secara aspek psikologis dan sosial, hal itu nggak bener, saya nggak setuju,” ujar Andreas. (jp)

  • Dipublish : 22 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami