Vaksin dan Prokes Pelengkap Proteksi Diri dari Covid-19

Proses pemindahan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung Jawa Barat, Senin (7/12/2020). (MUCHLIS Jr. / BPMI SETPRES)
Proses pemindahan kontainer berisi vaksin COVID-19 saat tiba di Kantor Pusat Bio Farma, Bandung Jawa Barat, Senin (7/12/2020). (MUCHLIS Jr. / BPMI SETPRES)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Upaya Pemerintah dalam menyiapkan vaksin Covid-19 terus dilakukan. Selain mempersiapkan penyediaan vaksin Covid-19 dengan melewati tahapan-tahapan pengujian klinik, hingga dikeluarkannya izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) kesiapan tenaga kesehatan juga terus dilakukan.

“440.000 tenaga kesehatan dan 23.000 vaksinator terus mempersiapkan diri untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 hingga ke seluruh daerah,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi MPH dalam keterangannya, Selasa (15/12).

Oscar menyampaikan, sampai dengan 5 Desember, sudah dilakukan pelatihan sebanyak 12.408 orang untuk 21 provinsi. Sementara workshop penyiapan bagi tenaga vaksinator ini telah dilangsungkan untuk 29.635 orang dari 34 provinsi.

“Artinya, semuanya berjalan sesuai dengan rencana kita dan Insya Allah kesiapan-kesiapan itu kita jaga dari sisi jumlah, proporsional dari semua provinsi akan tercakup” ucap Oscar.

Selain proses pemberian vaksinasi, sambung Oscar, upaya mengedukasi masyarakat sebelum program vaksinasi juga tidak kalah penting untuk dilakukan. Upaya edukasi ini harus sampai merata ke setiap daerah.

“Kita menginginkan bahwa masyarakat itu paham tentang pentingnya vaksinasi ini. Pemahaman kita tentang kehalalan juga sudah kita upayakan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Hal yang ketiga adalah, efektivitas vaksin tersebut juga harus dikomunikasikan dengan benar,” ujar Oscar.

“Namun, yang tidak boleh ditinggalkan adalah mengkomunikasikan kepada masyarakat agar mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik, itu adalah cara paling ampuh untuk melindungi masyarakat,” ungkapnya.

Oscar tak memungkiri, melakukan vaksinasi secara bertahap, bukan tanpa tantangan. Menurutnya, wilayah Indonesia yang besar secara geografis bisa jadi kendala vaksinasi kepada masyarakat.

“Sehingga tenaga kesehatan dan vaksinator kita kadang-kadang mempunyai sebuah usaha yang luar biasa untuk menjangkau daerah ini,” ungkap Oscar.

Sementara itu, juru bicara penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro menyatakan, menerapkan protokol kesehatan dengan mematuhi 3M merupakan cara penting, sebelum vaksinasi di mulai. Hal ini merupakan cara mencegah penularan Covid-19.

“Kita wujudkan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Dengan saling peduli mendukung bersama, kita bisa atasi pandemi ini,” ujar Reisa.

Dia pun mengapresiasi tenaga kesehatan yang terus berjuang membantu masyarakat di masa pandemi ini dengan terus melakukan upaya 3T. Hal ini juga bentuk mencegah penularan Covid-19.

“Apresiasi kepada tenaga kesehatan maupun kepada para peniliti yang luar biasa bekerjanya dalam upaya meningkatkan 3T (Testing, Tracing, Treatment),” tandas Reisa. (jawapos.com)

  • Dipublish : 15 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami