Vaksin Gratis Wujud Tanggung Jawab Negara

Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto : Iwan Tri Wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Ketua MPR Bambang Soesatyo. Foto : Iwan Tri Wahyudi/ FAJAR INDONESIA NETWORK
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Upaya Pemerintah menggratiskan vaksin memberikan harapan segera berakhirnya pandemi. Selain itu, juga sebagai bentuk tanggung jawab negara memenuhi konstitusi untuk keselamatan kesehatan warga negara Indonesia.

“Kita bersyukur akhirnya presiden memutuskan untuk menggratiskan biaya pelayanan vaksin di Indonesia,” kata Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) di Jakarta, Minggu (20/12).

Dia mengakui vaksin ini juga rentan dikomersialkan di tengah krisis kesehatan. Akibatnya dapat menghambat upaya vaksinasi untuk mengatasi pandemi penyakit ini.

Kedatangan vaksin COVID-19 di Indonesia awal Desember ini dipandang sebagai salah satu kemampuan Indonesia untuk meyakinkan produsen vaksin dunia.

Sejak Maret Indonesia ikut memburu vaksin, obat dan berbagai kebutuhan melawan corona. “Kita bertarung dan berebutan dengan negara-negara lain. Karena 250-an negara mengalami hal yang sama dengan kita. Sementara pabrikan vaksin itu tidak banyak,” paparnya.

Ditargetkan pada Januari 2021 akan masuk 15 juta vaksin dan bertahap. Sehingga Juni target 70 persen dari 270 juta warga Indonesia telah divaksin. “Maka kita bisa bernapas lega dan kembali normal. Namun kita masih harus melaksanakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak),” pungkas Bamsoet.(rh/fin)

  • Dipublish : 21 Desember 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami