Vaksin Zifivax Sedang Proses Uji Halal LPPOM MUI

ilustrasi
ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, JAKARTA – Salah satu lembaga yang sangat berperan di tengah kesibukan terhadap pemberantasan terhadap virus Corona-19 yaitu Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Mejelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI).

Untuk mencukupi kebutuhan vaksin yang tersedia saat ini, LP POM MUI terus melakukan sertifikasi halal terhadap produk vaksin yang diajukan berbagai pihak. Salah satunya terhadap vaksin Zifivax yang dikembangkan oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical, asal China.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2020-2025 Amirsyah Tambunan menginformasikan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan audit halal terhadap vaksin Zifivax.

“Untuk mencukupi vaksin yang tersedia halal saat ini LP POM MUI sudah audit vaksin Anhui. Dan, hasilnya sedang proses penyelesaian bersamaan dengan proses uji aman di Badan POM RI,” ujar Amirsyah di Jakarta, Minggu (20/6).

Baca Juga: Sultan HB X: Covid-19 Sulit Hilang jika Masyarakat Anggap Enteng

Baca Juga: Sudah Vaksin Tapi Masih Kena Covid, Ini Penjelasan Pakar Epidemiologi

Dia mengatakan tidak ada kendala berarti dalam proses uji vaksin halal terhadap vaksin tersebut. “Hanya saja salah satu kendalanya yaitu soal waktu dan proses penyelesaian dokumen dan audit yang memerlukan waktu karena soal prokes (protokol kesehatan) antara negara,” ujar Amirsyah.

Sejauh ini, kata Amirsyah, pihaknya juga melakukan uji halal terhadap vaksin lainnya. “Masih ada yang lagi (vaksin lainnya, red), saya harus cek lagi,” ujar dia. Selain itu, Amirsyah mengatakan MUI saat ini tengah melakukan gerakan nasional penanggulangan Covid-19 ke-34 provinsi berbasis 13 Fatwa yang telah dikeluarkan.

“Dari ikhtiar yang dilakukan tersebut MUI menekankan pada aspek literasi, sosialisasi dan edukasi pada perubahan perilaku dalam menegakkan protokol kesehatan (Prokes),” kata Amirsyah.

Baca Juga: Densus 88 Ciduk Teroris JAD, Berperan Sebagai Pemberi Materi Kajian

Dia mengatakan beberapa hal yang penting dilakukan dalam penanggulangan pandemi tersebut. Pertama, wajib iman yakni iman kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Sikap iman ini melahirkan sikap optimisme sehingga mampu melawan Covid-19. Kedua, wajib aman yakni menjaga jarak dan tidak kerumunan. Ketiga, wajib imun dengan memakan makanan yang halal dan baik (thoyyib).

Hal yang penting juga dilakukan yaitu adanya pola hidup lima sehat enam sempurna yakni disiplin memakai masker, cuci tangan, jaga jarak aman, olahraga (istirahat cukup, jangan panik), makan yang halal dan thoyyib, doa dan tawakkal kepada Allah.(jpnn/jm)

  • Dipublish : 21 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami