Vaksinasi Keliling di Zona Merah Demi Kejar Herd Immunity

ILUSTRASI SIMULASI VAKSINASI (Straits Times)
ILUSTRASI SIMULASI VAKSINASI (Straits Times)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA –  Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah masyarakat untuk ikut mempercepat laju vaksinasi Covid-19. Tujuannya untuk mencapai kekebalan kawanan (herd immunity) dalam waktu 1 tahun. Selain dengan temu janji untuk memvaksinasi masyarakat, vaksinasi dilakukan dengan terobosan lain seperti melalui drive thru dan juga vaksinasi keliling.

Menurutnya laju vaksin di Indonesia kini bisa mencapai posisi 8 dunia karena banyak terbantu oleh pihak lain, sebab vaksinasi ini bukan saja jadi program tapi gerakan nasional di mana semua komponen bangsa ikut serta, baik itu lembaga sosial, keagamaan, pendidikan, sudah membantu pemerintah untuk vaksinasi sendiri. Lokasi-lokasi juga sduah tersebar di sejumlah tempat.

’’Drive thru, sekolah, mal, convention center, dan lainnya. Jadi kita harapkan di Juli di mana vaksinnya sudah mulai banyak, 40 jutaan dosis, sehingga kita mau vaksinasi di atas 1 juta per hari sudah bisa kita lakukan,” tegas Menkes Budi baru-baru ini secara virtual.

Terpisah, salah satu vaksinasi digelar SehatQ bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten dalam menghadirkan sentra vaksinasi di pusat perbelanjaan QBig di BSD City, Tangerang. Kolaborasi ini merupakan bentuk akselerasi program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat yang lebih luas.

’’Selain lansia, program vaksinasi Covid-19 ini juga diperuntukkan para pekerja publik. Kami juga akan menambah program vaksinasi keliling terutama bagi zona merah atau wilayah yang menjadi prioritas atau rentan mengalami penyebaran Covid-19 dengan cepat,’’ kata Head of Medical Services SehatQ dr. Jolinda Johary, M.Med.

Program vaksinasi Covid-19 bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan Kecamatan Pagedangan ini berlangsung pada Selasa, 6 April 2021, untuk pemberian dosis pertama dan 20 April mendatang bagi dosis kedua. Kedua dosis vaksin Covid-19 ini diperuntukkan warga non-lansia. Sementara itu, warga lansia bisa memperoleh vaksin Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Pagedangan, terhitung 28 hari setelah pemberian dosis pertama sekaligus pemantauan potensi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Kegiatan vaksinasi Covid-19 pun harus dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan 4M secara ketat, yaitu menjaga jarak, menghindari kerumunan, memakai masker, dan mencuci tangan dengan rutin. Di masa mendatang, sejumlah pihak diminta mendukung pemerintah dalam akselerasi atau percepatan program vaksinasi Covid-19.

Dengan demikian, akan ada semakin banyak masyarakat yang mendapatkan vaksin Covid-19, untuk menghentikan rantai penyebaran infeksi virus yang telah menyebabkan pandemi selama lebih dari setahun terakhir. (jm/jawapos)

  • Dipublish : 13 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami