Varian Delta Mengganas, Malaysia Perpanjang Pemberlakuan Lockdown

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memperpanjang pemberlakuan lockdown hingga batas waktu yang tidak ditentukan. (EPA)
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memperpanjang pemberlakuan lockdown hingga batas waktu yang tidak ditentukan. (EPA)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jaringanmedia.co.id – Varian Delta virus SARS-CoV-2 melumpuhkan Asia Tenggara, Australia, dan Eropa. Jenis virus yang kali pertama muncul di India itu membuat beberapa kota dan negara terpaksa kembali menerapkan lockdown dan aturan ketat. Semua dilakukan untuk mengerem laju penularan.

Malaysia adalah salah satunya. Seharusnya lockdown nasional di negara tersebut berakhir hari ini, Senin (28/6). Namun, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memperpanjangnya hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Muhyiddin siap mencabut kuntara jika angka penularan harian di bawah 4 ribu orang.

Pada Sabtu (26/6) kasus hariannya masih di angka 5.803, sedangkan Minggu (27/6) mencapai 5.586 kasus. Itu sudah turun dibandingkan awal bulan yang mencapai di atas 9 ribu kasus per hari. Total kasus penularan di Malaysia adalah 734.048 kasus dan hampir 5 ribu kematian.

Syarat lainnya adalah angka vaksinasi sudah mencapai 10 persen dan permintaan rawat di ICU menurun. Saat ini baru 6 persen dari 33 juta penduduk negeri jiran tersebut yang sudah mendapatkan vaksin penuh. ’’Saya harap itu terjadi pada pertengahan Juli nanti,’’ ujar Muyiddin kemarin seperti dikutip Bernama.

Pemerintah Thailand juga memberlakukan pengetatan. Tapi, hanya di wilayah Bangkok dan beberapa provinsi di sekitarnya. Makan di restoran dilarang mulai hari ini hingga satu bulan ke depan. Mal maksimal tutup pukul 21.00 dan penduduk dilarang berkumpul lebih dari 20 orang. Langkah itu diambil setelah dua hari sebelumnya permukiman pekerja konstruksi disegel gara-gara menjadi klaster utama penularan di ibu kota.

Situasi terbaru itu mungkin bakal menggagalkan rencana Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha. Dia ingin membuka masuknya turis pada Oktober nanti. Pariwisata merupakan salah satu pemasukan utama di Negeri Gajah Putih. Tapi, untuk merealisasikan hal tersebut, penularan harus terkendali dan target vaksinasi 50 juta penduduk wajib tercapai lebih dulu.

Bangladesh mengambil langkah lebih ekstrem. Mulai hari ini mereka memberlakukan lockdown nasional karena penularan imbas varian Delta tak terkendali. Semua kantor diminta tutup selama sepekan dan semua transportasi dihentikan, kecuali untuk hal yang berkaitan dengan medis. Tak mau terkurung tanpa penghasilan, ribuan pekerja migran di Dhaka berbondong-bondong pulang.

Sydney, New South Wales (NSW), Australia, dan kota-kota sekitarnya kemarin juga resmi menjalani lockdown selama dua pekan. Serupa dengan negara lain, hal itu dilakukan untuk memerangi varian Delta. Pemerintah NSW melaporkan ada 30 tambahan kasus kemarin. Total kasus mencapai 110.

’’Perintah untuk tinggal di rumah saja berlaku di semua wilayah Greater Sydney dan beberapa area lainnya,’’ ujar Perdana Menteri Wilayah NSW Gladys Berejiklian seperti dikutip BBC. Darwin, Northern Territory, juga memberlakukan hal serupa. Tapi, hanya dua hari.

Wilayah Eropa juga tidak lepas dari jerat mematikan varian Delta. Di Moskow, Rusia, misalnya. Kemarin mereka mencatat angka kematian harian tertinggi, yaitu 144 nyawa. Sehari sebelumnya, Saint Petersburg mencatat 107 kematian. Padahal, mereka menjadi tuan rumah enam pertandingan Euro 2020. Saat ini pemerintah Rusia berjuang keras agar penduduk mau divaksin. Banyak di antara mereka yang masih skeptis.

’’Untuk menghentikan pandemi, yang dibutuhkan adalah pengetesan dan vaksinasi dalam skala besar. Belum ada yang menemukan solusi lainnya,’’ tegas Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin seperti dikutip Agence France-Presse. (jpc/jm)

 

  • Dipublish : 28 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami