Video Bentrok Bukan Akibat Larangan Beribadah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

VIDEO kericuhan yang dibagikan ulang oleh akun Facebook Gus Roziq Al Mujahid benar-benar bikin mengelus dada. Tampak petugas pengamanan terlibat aksi dorong dengan massa yang sebagian besar adalah emak-emak. Bahkan, ada yang cenderung kasar. Apalagi, video itu diberi keterangan tentang pelarangan salat berjamaah di masjid.

”Viralkan… Biar jera! *Contoh aparat POL-KOM-INDO yg arogan!* Kejadian tadi pagi di Riau gak boleh sholat berjamaah sungguh biadab aparat itu membabi-buta entah apa yg sudah merasuk di alam pikirannya,” tulis akun Gus Roziq Al Mujahid kemarin (21/7).

Namun, ada keanehan jika peristiwa itu disebut terjadi kemarin atau baru-baru ini. Sebab, dalam kericuhan yang terekam kamera tersebut, tak ada satu orang pun yang mengenakan masker. Padahal, mengenakan masker saat ini sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia, apalagi di ruang publik.

Saat ditelusuri, insiden kericuhan dalam video itu ternyata terjadi pada 2018, sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Lokasinya memang di Riau, tepatnya di Kabupaten Kampar. Penyebab kericuhan bukan larangan salat berjamaah.

Potongan video yang sama pernah diunggah portal news.okezone.com pada 17 Juli 2018. Kericuhan terjadi saat puluhan tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) dan aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI) Kampar berunjuk rasa di Kantor Bupati Kampar. Dua demonstran dilarikan ke RSUD Bangkinang pada Senin, 16 Juli 2018, karena mengalami luka memar.

Ketua DPRD Kampar Ahmad Fikri berjanji memanggil dinas terkait pascainsiden memalukan itu. ”Saya akan panggil dinas terkait. Komisi I DPRD juga tolong panggil Kasatpol PP (Kampar),” ujarnya. Anda dapat membacanya di bit.do/Kejadian2018.

Portal berita Riau Pos memberitakan insiden tersebut pada 17 Juli 2018. Ryan, Korlap aksi, mengatakan bahwa demo yang digelar sejak pagi itu sama sekali tidak anarkistis. Pihaknya menggelar aksi damai untuk menuntut kejelasan 58 tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) yang belum mendapat pelunasan gaji serta kejelasan nasib tenaga RTK.

Sekda Kampar Yusri menyesalkan insiden tersebut. Dia meminta para mahasiswa dan tenaga RTK menahan diri karena Pemkab Kampar saat itu sedang mengusahakan solusi permasalahan untuk para tenaga RTK. Anda dapat membacanya di bit.do/KasusPekerjaRTK.

FAKTA

  • Dipublish : 23 Juli 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami