Viral, Beredar Foto Bugil Siswi SMP di Buleleng, Polisi Kejar Penyebar Foto

Foto siswi SMP di Buleleng tanpa mengenakan sehelai kain beredar luas di media sosial. (Istimewa)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

SINGARAJA – Dunia Pendidikan di Buleleng lagi-lagi digegerkan dengan kabar beredarnya foto bugil di media sosial yang diduga melibatkan pelajar cewek SMP di Buleleng.

Polisi kini menelusuri penyebar foto tersebut dan mencari tahu siap sebenarnya siswi SMP itu. Berdasar informasi, foto pelajar cewek tanpa mengenakan sehelai kain itu beredar luas di grup media sosial.

Dalam foto tersebut pelajar SMP itu memamerkan kemolekan tubuhnya. Foto telanjang siswa SMP diperkirakan sudah ada sejak enam bulan yang lalu, namun baru-baru akhir-akhir ini viral di media sosial.

Tidak hanya itu beredar luas juga video siswa SMP tersebut yang dimarahi oleh tuanya setelah mengetahui bahwa anaknya melakukan perbuatan yang tidak pantas.

Kabarnya, pasca beredarnya video itu, sang siswi diskorsing pihak sekolah. Pemberian skorsing bukan dlam bentuk larangan masuk sekolah.

Siswi itu tetap bersekolah dan belajar, namun diberikan bimbingan dan pembinaan di ruangan BK. Hal ini dilakukan pihak sekolah agar tidak dibully oleh teman-temannya.

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, unit PPA Satreskrim Polres sudah jemput bola turun mendatangi langsung lokasi dimana sekolah SMP anak tersebut.

Hasilnya, masalah ini sudah dilakukan penyelesaian dengan pihak sekolah. Jadi penyelesaian lebih kepada kepentingan yang terbaaik bagi anak tersebut, sekolah dan orang tunya.

“Sementara untuk siapa penyebar foto siswa tersebut kami masih telusuri. Nanti juga tergantung dari pihak korban, kalau menemukan bukti yang cukup bisa dilaporkan,” ungkap Iptu Sumarjaya kemarin.

Ketika ditanya apakah ada indikasi siswa tersebut dibayar Rp 500 ribu, sehingga mau melakukan tindakan asusila, Iptu Sumarjaya mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan.

“Kami masih menunggu laporan dari korban. Kalau kami menyarankan untuk melaporkan. Itu jika mengantongi bukti yang cukup,” tukasnya. (jpg)

  • Dipublish : 23 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami