Virus Corona Menghantam Las Vegas, Kasino-Kasino Mewah di Tutup

MGM Grand & Hotel & Casino, salah satu tempat judi terbesar di Las Vegas terpaksa tutup gegara wabah virus corona. Foto: Ethan Miller / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP
MGM Grand & Hotel & Casino, salah satu tempat judi terbesar di Las Vegas terpaksa tutup gegara wabah virus corona. Foto: Ethan Miller / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id, LAS VEGAS – Virus corona akhirnya menghantam Las Vegas, Amerika Serikat. Beberapa kasino besar, yang biasanya beroperasi 24 jam, di kota judi tersebut memutuskan untuk tutup demi menghindari penyebaran virus.

MGM Resorts International dan Wynn Resorts Ltd., dua operator kasino utama di Las Vegas, mengumumkan penutupan sementara properti mereka, Minggu (15/3).

MGM Resorts International mengoperasikan Bellagio, MGM Grand, Mandalay Bay, The Mirage, Luxor, New York-New York, Excalibur, dan Park MGM, serta memiliki 50 persen kepemilikan CityCenter, termasuk Aria dan Vdara.

Chairman sekaligus CEO perusahaan itu, Jim Murren, mengatakan dalam pernyataannya bahwa penutupan sementara tersebut mulai berlaku pada Senin (16/3). “Keputusan ini demi kebaikan karyawan, tamu, dan komunitas kami,” ujarnya seraya menambahkan bahwa MGM tidak akan menerima reservasi sebelum 1 Mei.

“Kini jelas bahwa ini merupakan krisis kesehatan masyarakat yang membutuhkan tindakan kolektif besar jika kita ingin memperlambat perkembangannya,” kata Murren. “Kami berencana membuka kembali resor kami segera setelah kondisinya aman.”

Menurut media lokal, setidaknya dua karyawan MGM dikonfirmasi terinfeksi COVID-19, satu bekerja di kasino Luxor dan yang lainnya di kolam renang Wet Republic.

Wynn Resorts Ltd. juga mengeluarkan pernyataan yang menyatakan akan menutup dua propertinya di Las Vegas mulai pukul 6 malam pada Selasa (17/3) waktu setempat guna membantu membatasi penyebaran virus corona. Penutupan tersebut diperkirakan akan berlangsung selama dua pekan.

Namun, Caesars Entertainment Corp., Las Vegas Sands Corp., dan Boyd Gaming Corp. mengatakan kepada media lokal bahwa mereka sejauh ini tidak memiliki rencana untuk menghentikan sementara operasinya di Las Vegas.

Gubernur Negara Bagian Nevada Steve Sisolak pada Minggu (15/3) mengatakan bahwa keputusan tetap buka atau tutup tergantung pada masing-masing operator kasino. “Judi merupakan urat nadi perekonomian Nevada. Saya sangat mendukung semua keputusan yang diambil oleh (perusahaan) properti kami,” ucap dia.

Dia juga mendesak para perusahaan yang berencana tutup sementara untuk memperhatikan karyawan mereka. Dokumentasi yang diperoleh koran Review-Journal setempat menunjukkan banyak kasino yang berbasis di Las Vegas mulai merumahkan karyawan di tengah berkurangnya permintaan perjalanan akibat pandemi COVID-19.

Seorang pria berusia 60-an tahun di Clark County dikonfirmasi sebagai kasus kematian pertama akibat COVID-19 yang dilaporkan di Nevada pada Senin (16/3). (Xinhua/ant/jpnn/jm)

  • Dipublish : 17 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami