Virus Korona Dapat Tertular Melalui Manusia

Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Kementerian Kesehatan Cina telah mengkonfirmasi bahwa virus misterius yang disebutkan mirip SARS yakni Coronavirus atau virus Corona yang telah mewabah belakangan ini dapat tertular dari manusia ke manusia.

Zhong Nanshan, seorang ahli pernapasan dan kepala Tim Komisi Kesehatan Nasional yang menyelidiki wabah itu, membenarkan bahwa dua kasus infeksi di Provinsi Guangdong telah disebabkan oleh penularan dari manusia ke manusia, di mana satu orang staf medis telah terinfeksi.

Pihak berwenang sebelumnya melaporkan 139 kasus akibat jenis virus Corona baru selama akhir pekan kemarin, sehingga jumlah total pasien yang terinfeksi menjadi 217 sejak virus pertama kali terdeteksi bulan lalu di pusat Kota Wuhan.

Kasus-kasus baru dari penyebaran virus ini telah terjadi di beberapa tempat seperti Beijing, Shanghai dan provinsi Guangdong. Diperkirakan ada tujuh kasus yang dicurigai terjadi di beberapa wilayah lain termasuk Shandong, Provinsi barat daya Sichuan, Guangxi dan Yunnan.

“Kehidupan dan kesehatan orang-orang harus diberi prioritas dan penyebaran wabah harus secara tegas diatasi,” kata Presiden China, Xi Jin ping dilansir The Guardian, Selasa (21/1).

Penyebaran penyakit ini menyebabkan kekhawatiran karena dicurigai mirip dengan sindrom pernapasan akut atau SARS yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan China dan Hong Kong pada tahun 2002-2003. Wabah ini bahkan saat ini telah menyebar ke Thailand, Jepang dan Korea Selatan.

Komisi Kesehatan Nasional Cina mengatakan, telah mengirim kelompok kerja ke semua provinsi untuk mengawasi pencegahan wabah. Rumah sakit di Shanghai dan Beijing telah memperkuat prosedur pemeriksaan. Sementara di Shenzhen, pemeriksaan suhu tubuh dilakukan di bandara, pelabuhan dan stasiun kereta api.

Sementara itu, Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang, dikutip dari AFP, mengatakan, korban tewas dari virus baru yang dapat menular antara manusia itu naik menjadi enam dari sebelumnya empat.

Menurut Zhou, kota di China tengah itu diyakini sebagai pusat epidemi di mana sejauh ini sudah terdeteksi 258 kasus. Selain itu, 227 pasien masih dalam perawatan medis.

Negara-negara di seluruh Asia meningkatkan kewaspadaan untuk menangkal penyebaran virus yang dapat ditularkan di antaramanusia ini. (der/afp/fin)

  • Dipublish : 22 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami