Virus Korona Invasi Indonesia, Masker dan Hand Sanitizer Kian Langka

Masuknya virus Korona ke Indonesia membuat masker dan hand sanitizer kian diserbu pembeli. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Masuknya virus Korona ke Indonesia membuat masker dan hand sanitizer kian diserbu pembeli. (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA,- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengonfirmasi virus Korona atau Covid-19 telah tiba di Indonesia. Saat ini, dikabarkan ada dua warga Indonesia yang terjangkit virus tersebut dan tengah mendapat perawatan di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Menyusul virus Korona yang dikonfirmasi sudah menginvasi Indonesia, masker dan hand sanitizer semakin sulit dicari di pasaran. Kelangkaan masker dan hand sanitizer sebelumnya sudah terjadi sejak pertama virus Korona merebak pada pertengahan Januari kemarin.

Saat itu masker dan hand sanitizer masih banyak ditemukan di apotek-apotek, namun beberapa pasar ditemukan harganya melonjak signifikan dari harga sebelum kasus virus Korona merebak. Tak hanya kanal penjualan tradisional atau offline, di berbagai platform belanja online masker juga langka. Sekalinya ada dijual, harganya sangat mahal.

JawaPos.com berkeliling di apotek-apotek di kawasan Kota Tangerang, mulai dari apotek tradisional hingga jaringan apotek modern kenamaan, sampai ke dalam mall, masker dan hand sanitizer menghilang. Kebanyakan apotek mengaku telah kehabisan stok masker mulai dari masker medis biasa hingga yang termahal masker N95 tak lagi mereka jual.

Hand sanitizer juga demikian. Selain itu, berbagai merek disinfektan untuk pencuci tangan dan penyemprot udara semua sudah habis.

“Masker habis. Sudah dari Minggu lalu stok menipis, hari ini benar-benar habis,” ujar pegawai Apotek Berkat yang enggan menyebut namanya lantaran sibuk melayani pengunjung yang juga mencari masker. “Hari ini banyak banget yang cari,” tandasnya.

Pindah ke apotek lainnya, Apotek Santi, hal yang sama juga terjadi. Sherly, pengunjung apotek yang ditemui JawaPos.com di depan Apotek Santi yang terletak di bilangan Serpong mengaku dirinya sudah mencari masker di lebih dari enam apotek. “Habis semua, mas. Tadi saya sudah cari di Century, Guardian, Berkat, K-24 terus kemana lagi tadi, semua habis,” ucapnya.

Lebih jauh, Sherly mengaku sudah memakai masker sejak awal virus Korona merebak. “Saya sudah pakai masker intens pas virus Korona viral,” lanjutnya.

Sherly pun mengaku panik begitu mendengar berita sudah ada dua orang yang dinyatakan positif virus Korona. “Tahu ada kasus itu (virus Korona) sudah masuk Indonesia ya panik juga,” tandasnya.

Pengecekan JawaPos.com di platform belanja online yang menjual masker juga sama. Masker di platform belanja online rata-rata habis terjual dengan tanda ‘Stok Habis’ di deskripsi produknya. (jp/jm)

 

Saksikan video terkait Keterangan Pers Presiden RI Terkait Dua WNI Positif Korona:

  • Dipublish : 3 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami