Wabah Corona Diprediksi Berakhir Juni

FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Penasihat kesehatan medis pemerintah Cina, Zhong Nanshan memprediksi, bahwa pandemi virus Corona yang dikenal Covid 19 akan berakhir pada bulan Juni. Hal ini diungkapkan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid 19 sebagai pandemi.

Dalam konferensi pers, Kamis (12/3) Zhong mengatakan, jumlah kasus pasien tanpa gejala dan terinfeksi ulang dari luar Cina lebih rendah dibandingkan pasien yang pulih. Zhong pakar epidemiologi terkenal yang membantu memerangi wabah SARS tahun 2003 lalu.

Selain itu, pemerintah Cina juga menyebut, bahwa epidemi virus corona (Covid-19) telah melewati fase puncaknya sebab hanya ditemukan delapan kasus baru di Provinsi Hubei pada Rabu (11/3). Itu pertama kalinya otoritas kesehatan di sana mencatat infeksi harian di bawah 10 kasus.

“Secara umum, puncak epidemi telah berlalu untuk China. Peningkatan kasus baru menurun,” kata juru bicara Komisi Kesehatan Nasional Cina Mi Feng pada Kamis (12/3).

Delapan kasus baru yang dilaporkan berasal dari Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei yang menjadi pusat wabah Covid-19. Sementara di luar Hubei, Cina menemukan tujuh kasus baru dan enam di antaranya tertular di luar negeri.

Secara keseluruhan, pada Rabu lalu Cina mencatat 15 kasus baru Covid-19. Jumlah itu menurun karena sehari sebelumnya ditemukan 24 kasus.

Kendati menurun, namun surat kabar Partai Komunis China, People’s Daily, memperingatkan dalam tajuk rencananya bahwa kondisi masih sulit dan risiko penularan masih besar.

Sementara Cina Daily menilai pemerintah daerah harus melakukan yang terbaik untuk memastikan warga kembali bekerja sesegera mungkin.

Pasalnya, banyak bisnis masih menghadapi kekurangan tenaga kerja dan gangguan rantai pasokan.

“Langkah-langkah pengendalian epidemi telah memberikan tekanan besar pada perusahaan China, terutama yang kecil dan menengah di sektor jasa,” kata Cina Daily dalam tajuk rencananya.

“Setiap penundaan lebih lanjut dalam pengembalian mereka ke operasi normal akan menyebabkan kebangkrutan luas dan kehilangan pekerjaan, yang akan mengancam stabilitas sosial,” lanjut isi tajuk Cina Daily tersebut.

Dapat disampaikan, Cina memiliki 80.793 kasus Covid-19. Namun hingga Selasa (10/3), 80 persen di antaranya atau 62.793 pasien telah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit.

Pada Rabu, terdapat 11 pasien meninggal akibat Covid-19. Dengan demikian, jumlah kematian akibat virus tersebut di Cina adalah 3.169 jiwa.

Sementara pada Rabu (11/3) waktu setempat, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendeklarasikan Covid 19 sebagai pandemi. Kasus Covid 19 di seluruh dunia mencapai lebih dari 126 ribu.

Tedros mengatakan setiap hari WHO meminta negara-negara untuk mengambil tindakan mendesak dan agresif dalam merespons wabah Covid 19. Dalam beberapa hari dan pekan mendatang, WHO memperkirakan akan ada peningkatan jumlah kasus, jumlah kematian, dan jumlah negara yang terkena dampak. (der/fin)

  • Dipublish : 13 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami