Wacana Penerapan Lockdown di Jogja, Airlangga: Itu Namanya PPKM

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Penularan Covid-19 yang semakin masif dengan munculnya varian India membuat banyak kepala daerah harus bekerja ekstra keras mencegah menularannya. Terkait wacana penerapan lockdown di DIJ oleh Gubernur Hamengku Buwono (HB) X, Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto tegas menjawab, “Itu namanya PPKM.”

Sebelumnya HB X mewacanakan untuk menerapkan lockdown, apabila penambahan kasus tak bisa dikendalikan. Pernyataan ini terlontar setelah menyikapi pecah rekor 2 hari berturut-turut. Tercatat kasus Covid-19 melonjak jadi 534 kasus pada Rabu (16/6). Selang satu hari setelahnya kembali pecah rekor menjadi 595 kasus.

Baca Juga: Vaksin Zifivax Sedang Proses Uji Halal LPPOM MUI

Lebih lanjut, merespons wacana lockdown yang diutarakan Gubernur DIJ. Yang diperlukan saat ini, kata Airlangga, adalah bagaimana memperketat penerapan PPKM mikro. Hal itu diungkapkan Airlangga saat ditemui di Rumah Kreatif BUMN (RKB) Sagan, Jogja, Sabtu (19/6).

Menurutnya, saat ini dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) maupun PPKM mikro tinggal diperkuat. Di DIJ, PPKM dimodifikasi menjadi pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM).

“Sudah ada PPKM, untuk zona merah PPKM per wilayah harus dijaga,” ungkap Airlangga seperti dikutip Radar Jogja.

Baca Juga: Vaksin Zifivax Sedang Proses Uji Halal LPPOM MUI

Airlangga juga mengingatkan, untuk pusat keramaian seperti malam dan kafe harus dijaga kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Selain itu juga didorong untuk take away. “Dipastikan pula pukul 21.00 sudah harus tutup,” tegasnya.

  • Dipublish : 21 Juni 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami