Wakil Menkes Iran dan Anggota Parlemen Positif Virus Korona

Ilustrasi virus corona (CNN)
Ilustrasi virus corona (CNN)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

IRAN,- Wakil Menteri Kesehatan Iran dan seorang anggota parlemen positif terkena virus Korona. Iran sendiri saat ini juga sedang berjuang untuk menahan laju wabah yang telah menewaskan 16 jiwa di sana.

Dilansir dari BBC, Rabu (26/2), Iran adalah salah satu dari tiga titik bahaya di luar Tiongkok yang sedang was-was dengan keganasan virus Korona. Wakil Menkes, Iraj Harirchi, pada hari Senin (26/2) lalu membantah mereka menutup-nutupi skala wabah.

Iran telah melaporkan ada 95 kasus, tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan lebih tinggi. Direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan peningkatan mendadak dalam kasus-kasus di negara ini sangat memprihatinkan.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengatakan pada hari Selasa (25/2), bahwa AS khawatir bahwa Iran memyembunyikan kondisi yang sebenarnya tentang wabah itu. Selama ini Iran dan Tiongkok memang memiliki hubungan perdagangan yang kuat.

Pada hari Selasa (25/2), seorang anggota parlemen dari ibukota Iran, Teheran, Mahmoud Sadeghi, juga mengatakan dia telah dinyatakan positif mengidap virus itu. Tidak seperti di Italia, para pejabat Iran menolak untuk memberlakukan karantina di daerah-daerah yang terkena wabah. Iran mengatakan karantina adalah metode kuno yang sudah tidak dianut lagu oleh mereka.

Tempat suci di kota-kota Qom dan Mashhad masih terbuka, meskipun Qom menjadi sarang virus. Iran juga kekurangan peralatan medis yang dibutuhkannya untuk membantu mengatasi wabah tersebut. Liran juga kehabisan masker dan tak cukup alat kit untuk deteksi virus Korona. Sejumlah tenaga medis juga telah terinfeksi, sehingga ada kekhawatiran bahwa mereka akan segera kehabisan dokter dan perawat. (jp)

  • Dipublish : 26 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami