Wali Kota Makassar Berharap Mubalig Bantu Tangkal Isu Radikalisme

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. (Humas Pemkot Makassar/Antara
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. (Humas Pemkot Makassar/Antara
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto berharap para mubalig ikut membantu pemerintah dalam hal menangkal isu radikalisme.

”Permasalahan radikalisme menyimpang itu menjadi tanggung jawab kita bersama karena agama mana pun tidak mengajarkan cara-cara radikalisme sampai berakhir dengan bom bunuh diri itu,” ujar Ramdhan Pomanto seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Dia mengatakan, kerja sama yang terjalin antara Pemerintah Kota Makassar dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidah (DPP IMMIM) salah satunya dalam hal menangkal isu radikalisme. Peran mubalig dalam kegiatan pembinaan diharapkan mampu menangkal paham-paham radikalisme serta dapat menjawab isu-isu yang meresahkan di tengah-tengah masyarakat.

”Jelang Ramadan kita isi dengan kualitas pesan dakwah yang mendalam up to date untuk menangkal isu-isu yang meresahkan masyarakat,” kata Ramdhan Pomanto.

Wali kota juga menitip tiga hal dalam menghadapi cobaan bencana yang melanda Kota Makassar seperti adanya angin kencang, banjir, serta pandemi Covid-19.

”Kuncinya adalah doa, pandemi kita harus lawan dengan membuat konsep digitalisasi program Makassar Recover dan terakhir, kita harus perkuat anak-anak kita dengan akhlakul karimah serta menanamkan Alquran dalam kepalanya,” ucap Ramdhan Pomanto.

Kabag Kesra Moh Syarif menambahkan, latar belakang digelarnya pembinaan mubalig karena adanya arus modernisasi yang begitu deras sehingga Pemerintah Kota Makassar dan IMMIM menggelar pembinaan mubalig. Hal itu dalam rangka memperkuat iman khususnya bagi generasi muda.

”Era digitalisasi saat ini sangat mengkhawatirkan. Generasi kita mengalami kemerosotan iman akibat derasnya arus modernisasi. Ini menimbulkan masa jahiliyah baru. Sebagai birokrat, kita harus imbangi itu dengan terobosan seperti pembinaan mubalig seperti ini,” terang Syarif. (jawapos)

  • Dipublish : 7 April 2021
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami