Wali Kota Sebut Kasus Covid-19 di Kota Bogor Meningkat 215 Persen

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut kasus positif Covid-19 di Kota Bogor pada Agustus naik 215 persen. (Pemkot Bogor/Antara)
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut kasus positif Covid-19 di Kota Bogor pada Agustus naik 215 persen. (Pemkot Bogor/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id– Penularan Covid-19 di Kota Bogor pada Agustus meningkat tajam mencapai 215 persen dan faktor penularan yang utama adalah dari klaster rumah tangga. Hal itu disampaikan Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto melalui video berdurasi 3,42 menit yang diunggah pada akun instagramnya pada Selasa (1/9) malam.

Pada video tersebut Bima mengatakan, kasus Covid-19 di Kota Bogor sejak Maret hingga 30 Agustus ada 597 kasus positif. Dari jumlah tersebut, 341 kasus positif berhasil sembuh, 30 kasus positif meninggal dunia, serta 226 kasus positif lainnya masih sakit. Dari usianya, 60 persen kasus positif terjadi pada usia produktif yakni usia 20 tahun hingga 60 tahun. ”Mereka terpapar, karena memiliki banyak aktivitas di luar rumah,” kata Bima.

Menurut dia, orang usia lanjut yang terpapar Covid-19, 80 persen di antaranya memiliki riwayat aktivitas di luar rumah. ”Demikian juga anak-anak yang terpapar Covid-19, 15 persen di antaranya memiliki riwayat aktivitas di luar rumah,” terang Bima.

Karena itu, Bima mengingatkan seluruh warga Kota Bogor untuk berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah. ”Terapkan protokol kesehatan. Setelah sampai di rumah langsung membersihkan diri,” kata Bima.

Bima menuturkan, mencermati tren kenaikan kasus positif Covid-19 di Kota Bogor berdasar waktu, pada Maret hingga April, terjadi kenaikan 107 persen. ”Saat itu adalah periode awal persebaran Covid-19 di Kota Bogor,” tutur Bima.

Setelah Pemerintah Kota Bogor memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai April, kata dia, pada April hingga Mei, tren penularan Covid-19 turun 50 persen. Namun, setelah Pemerintah Kota Bogor memberikan relaksasi kepada sejumlah sektor dengan menerapkan PSBB Pra-AKB pada awal Juni, terjadi peningkatan penularan Covid-19 sampai 154 persen, pada Juni dan Juli. ”Pada Agustus naik sangat tajam sampai 215 persen,” kata Bima.

Menurut Bima hal itu terjadi, karena kesadaran masyarakat mulai menuruan dan dinas kesehatan melaukan tes swab secara masif. Peningkatan kasus positif Covid-19 yang sangat tajam, faktor utamanya adalah penularan di lingkungan rumah tangga atau klaster rumah tangga.

”Sebelumnya, klaster tertinggi imported case atau faktor aktivitas dari luar kota. Tapi saat ini sudah terjadi transmisi lokal,” ujar Bima.

Sedangkan, sebaran penularan Covid-19, menurut Bima, saat ini ada 115 RW dari 797 RW di Kota Bogor berstatus daerah merah. Karena itu, Pemerintah Kota Bogor menerapkan kebijakan, pembatasan sosial berskala mikro dan komunitas (PSBMK), selama dua pekan, mulai 29 Agustus sampai 11 September.

Pada penerapan PSBMK, Pemkot Bogor memberlakukan aturan tempat usaha beroperasi hanya sampai pukul 18.00 WIB, sedangkan warga beraktivitas di luar rumah sampai pukul 21.00 WIB. ”Jaga kesehatan keluarga masing-masing untuk memenangkan perang melawan Covid-19,” kata Bima. (jp)

  • Dipublish : 2 September 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami