Wali Kota Tanjungpinang Masih Dirawat Intensif sebagai Pasien Covid-19

RSUP Kepri tempat Syahrul dirawat. (Nikolas Panama/Antara)
RSUP Kepri tempat Syahrul dirawat. (Nikolas Panama/Antara)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

RIAU,– Wali Kota Tanjungpinang Syahrul masih menjalani perawatan intensif sebagai pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepulauan Riau sejak Sabtu (11/4). Syahrul juga telah dipasang alat ventilator untuk membantu pernapasan.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang mengatakan, tim medis telah mengupayakan berbagai tindakan medis lain, seperti transfusi darah. Peralatan medis untuk merawat Syahrul sebagian dibantu RS Awal Bros Batam.

Tjetjep berharap Syahrul segera sembuh. Keluarga dan masyarakat juga mendoakan agar wali kota segera sembuh.

”Pak Syahrul itu bukan hanya milik keluarganya, tetapi juga milik masyarakat. Semoga lekas sembuh,” ujar Tjetjep.

Syahrul ditetapkan sebagai Pasien Nomor 27 COVID-19 sejak empat hari belakangan. ”Kami masih menelusuri riwayat penularan Covid-19 terhadap Syahrul,” terang Tjetjep.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, sebanyak 77 orang yang sebagian besar pejabat pemerintahan di Kota Tanjungpinang menjalani tes cepat (rapid test). Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah mereka terjangkit Covid-19 dari pasien No.27 atau tidak.

Sebagian besar dari 77 orang itu mengikuti kegiatan penyerahan bantuan alat perlindungan diri dan masker di Lanud Tanjungpinang pada 4 April. Mereka itu menjalani karantina mandiri selama 14 hari untuk lebih memastikan apakah virus itu menjangkiti diri mereka atau tidak.

”Kalau dari hasil tes cepat, Alhamdulillah seluruhnya negatif. Kami berharap seluruhnya dalam kondisi sehat,” kata Tjetjep pada Rabu (15/4).

Pasien No.27 merupakan Wali Kota Tanjungpinang Syahrul yang dirawat di ruang isolasi pada Sabtu (11/4). Syahrul dinyatakan tertular Covid-19 dua hari lalu, setelah sempat melakukan berbagai aktivitas pemerintahan sebelum dirawat di rumah sakit.

Selain 77 orang yang menjalani tes cepat, sejumlah wartawan juga melakukan karantina mandiri. Mereka terdiri atas dua kelompok yakni wartawan yang merasa pernah kontak dengan Syahrul dalam kegiatan pemerintahan pada 31 April dan wartawan yang meliput kegiatan di Lanud Tanjungpinang. (jp)

  • Dipublish : 16 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami