Wamenag Sebut Antrean Haji Capai 4,6 Juta Jamaah

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan antrean haji mencapai 4,6 juta jamaah. Dia mengingatkan supaya BPKH menjaga kemaslahatan jamaah dan umat. (Dokumentasi BPKH)
Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menyampaikan antrean haji mencapai 4,6 juta jamaah. Dia mengingatkan supaya BPKH menjaga kemaslahatan jamaah dan umat. (Dokumentasi BPKH)
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) merayakan ulang tahun ketiga hari ini (10/6). Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan antrean haji mencapai 4,6 juta jamaah. Dia mengingatkan supaya BPKH menjaga kemaslahatan jamaah dan umat.

Zainut menjelaskan jumlah pendaftar haji yang meyetor uang pendaftaran ke BPKH meningkat. Saat ini dia mencatat jumlah antrean jamaah haji reguler sebanyak 4.667.176 orang. Jumlah tersebut belum termasuk antrean jamaah haji khusus yang mencapai 91.649 orang. Politisi PPP itu mengatakan banyaknya pendaftar haji khusus maupun reguler, berdampak pada dana kelola yang ada di BPKH.

Saat ini biaya setoran awal pendaftaran haji sebesar Rp 25 juta per orang. Sementara untuk setoran awal biaya haji khusus adalah USD 4.000 per jamaah. Zainut mengatakan posisi dana haji yang dikelola BPKH per Mei 2020 adalah Rp 132 triliun dan dana kemaslahatan sebesar Rp 3,4 triliun.

Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, banyaknya waiting list berkorelasi positif terhadap besaran dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Posisi dana haji per Mei 2020 (unaudited) sebesar Rp 132 triliun. Dana itu dikelola dan hasilnya untuk subsidi atau nilai manfaat penyelenggaraan haji. “Peningkatan nilai manfaat dana jamaah haji itu hanya bisa dicapai melalui pengelolaan keuangan yang efektif, efesien, transparan, dan akuntabel,” kata Zainut dalam perayaan ulang tahun BPKH secara online itu.

Dalam perayaan ulang tahun ketiga itu, BPKH juga meluncurkan buku soal investasi keuangan haji. Salah satu penulis buku itu adalah anggota Badan Pelaksana Bidang investasi Surat Berharga BPKH Beny Witjaksono. Dia mengatakan buku berjudul ‘Apa dan Bagaimana Investasi Keuangan Haji BPKH’ itu merupakan salah satu bentuk keterbukaan dan transparansi BPKH. Selain itu BPKH juga aktif melakukan sosialisasi program-program BPKH lainnya.

“Diharapkan melalui buku ini para pemangku kepentingan, khususnya jamaah haji dan calon jamaah haji Indonesia, dapat mengetahui seluk-beluk pengelolaan investasi keuangan haji yang dilaksanakan oleh BPKH,” katanya. Buku setebal 198 halaman ini berisi selayang pandang BPKH. Kemudian juga soal arah investasi BPKH, investasi surat berharga BPKH, investasi langsung, emas dan lainnya. Kemudian soal kinerja investasi BPKH, pengelolaan keuangan haji di berbagai negara dan manajemen risiko investasi BPKH.

Beny mengatakan, BPKH mendapat amanah untuk mengelola keuangan haji. Pengelolaan ini meliputi penerimaan, pengembangan, pengeluaran, dan pertanggung jawaban keuangan haji. BPKH wajib melakukan investasi pada imbal hasil yang optimal dengan prinsip syariah. Selain itu dalam melakukan investasi, BPKH mempertimbangkan aspek keamanan, kehati-hatian, dan profesionalitas. (jp)

  • Dipublish : 10 Juni 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami