Warga Cari Air Bersih di Dalam Hutan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PANGKEP– Krisis air bersih yang melanda warga Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, memaksa warganya untuk mencari sumber air baru, agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Salah seorang warga Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, Firman menyampaikan bahwa, masyarakat sekitar terpaksa menggali tanah yang ada dalam hutan, untuk memperoleh sumber air baru.

Sebab, selama memasuki musim kemarau ini, masyarakat yang tinggal di Kampung Mangilu Dalam yang berbatasan dengan Kecamatan Tondong Tallasa ini sangat menderita akan sulitnya air diperoleh.

Tidak ada pilihan lain, yang dapat dilakukan warga sekitar selain mencari sumber air baru. Mereka ingin membeli air namun tidak ada juga penjual air yang bisa sampai ke kampunga yang berjarak puluhan kilometer dari Ibu Kota Pangkep itu.

Ia menceritakan, warga sekitar krisis air bersih sejak dua bulan terkahir. Namun, saat ini sudah mencapai puncaknya. Air sangat sulit, bahkan penampungan air milik warga juga sudah mengering.

“Sudah dua bulan kita menderita sekali karena air, namun sekarang ini betul-betul dirasakan kekurangan air. Tidak ada sema sekali, kering,” pungkasnya.

Akibat krisis air bersih itu, ia bersama-sama warga sekitar menggali sumber air baru yang ada di dalam kawasan hutan, berharap air tersebut dapat mengalir hingga ke pemukiman warga yang berjarak 400 meter, walaupun menggunakan peralatan seadanya, setelah menggali, warga pun menemukan air walaupun warnanya masih kecokelatan, namun warga sekitar tetap menggunakan air itu untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ini menggunakan peralatan seadanya, hanya menggunakan bambu saja dan ada beberapa pipa swadaya masyarakat untuk sampai ke penampungan air warga di kampung,” pungkasnya.

Tidak hanya itu, warga Kampung Mangilu juga mengaku tidak pernah mendapat bantuan air bersih dari pemerintah. “Bantuan air itu tidak pernah, mungkin kendalanya juga karena akses yang sulit dan jauh. Kondisi jalan juga yang sulit sehingga jauh dari perhatian pemerintah, padahal di sini ada puluhan kepala keluarga juga yang tinggal,” imbuh Firman. (fjr)

 

Sumber: fajar.co.id

  • Dipublish : 24 September 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami