Warga di DAS Harus Dievakuasi Paksa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JAKARTA – Warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS) diminta untuk pindah atau mengungsi. Sebab bahaya banjir mengancam akibat potensi hujan yang diprediksi tinggi hingga pertengahan Januari 2020.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta warga yang tinggal di sekitar DAS segera mengungsi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak bencana yang lebih besar dari banjir yang terjadi di Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten.

“Pengalaman dari banjir di Kabupaten Konawe Utara, masyarakatnya bisa selamat karena bupati sampai kepala desa memaksa penduduknya untuk evakuasi, mengungsi sementara,” katanya usai rapat koordinasi penanganan banjir Jabodetabek, Jawa Barat dan Banten di Jakarta, Kamis (2/1).

Dia menjelaskan banjir di Konawe Utara tidak banyak masyarakat yang menjadi korban. Sebab ketika air bah datang dan menghanyutkan rumah-rumah penduduk, mereka sudah mengungsi ke tempat yang aman.

Untuk itu, Doni berharap ketegasan yang serupa dari kepala-kepala daerah yang penduduknya tinggal di sekitar DAS untuk mengingatkan warganya dan bila perlu mengevakuasi sebelum terjadi dampak yang lebih besar.

“Harta penting, tetapi nyawa jauh lebih penting,” ujarnya.

Dia juga mengimbau kepada warga yang tinggal di daerah yang relatif rendah atau wilayah yang sebelumnya adalah danau, rawa atau wilayah yang diurugan tanah untuk mewaspadai kemungkinan banjir.

“Air akan kembali mencari tempatnya semula. Jadi masyarakat yang tinggal di daerah yang relatif rendah atau tempat yang sebelumnya diurug, tolong waspada,” ujar dia.

Sementara Kapolda Metro Jaya Komjen Gatot Eddy Pramono mengimbau masyarakat selalu memantau informasi yang disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengantisipasi cuaca dan potensi kedatangan banjir.

“Saya kira masyarakat mengikuti informasi khususnya dari BMKG supaya kita bisa mengantisipasi dari awal, gunanya menghindari kita jadi korban dari banjir ini,” kata Gatot saat meninjau banjir di Komplek IKPN Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis.

Mengenai rumah yang ditinggal mengungsi oleh pemiliknya, Gatot Dia juga menjamin dan memastikan rumah-rumah warga yang ditinggal mengungsi akibat banjir akan aman. Rumah akan tetap dijaga aparat kepolisian.

“Kepolisian-TNI akan melaksanakan patroli dan teman-teman pencinta alam akan melaksanakan patroli untuk memastikan masyarakat yang tinggal di situ aman, yang kedua memastikan tidak ada pihak-pihak yang menggunakan kesempatan ini untuk mengambil barang-barang milik warga,” ujarnya.

“Kita akan jaga ini dari pintu masuk, gunakan perahu-perahu karet di dalam, kita sama-sama bersinergi antara Polri, TNI dan pemerintah daerah,” katanya.

Terpisah, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Moh Adib Khumaidi mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit-penyakit yang bisa timbul pascabanjir, seperti leptospirosis dan diare.

“PDEI juga mengimbau kepada pemerintah daerah untuk ketersediaan air bersih, tempat pengungsian dengan higienis dan sanitasi yang baik untuk masyarakat di wilayah terdampak banjir Jakarta,” ujarnya dalam siaran persnya.

Menurutnya, ada beberapa penyakit yang berpotensi muncul usai banjir, seperti leptospirosis yang disebabkan air banjir kotor bercampur dengan kotoran tikus dan sampah. Lalu penyakit diare dan demam tifoid yang disebabkan oleh konsumsi makanan dan minuman serta kebersihan yang kurang higienis dan demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan nyamuk Aedes Agepty.

“Ada juga ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), flu dan demam. Sebab korban banjir biasanya terpapar air dan udara dingin dalam waktu yang lama serta infeksi kulit karena air yang kotor” lanjutnya.

Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit tersebut yaitu, menghindarkan anak bermain di air banjir, tidak merendam kaki di air banjir, mengganti pakaian basah untuk mencegah hipotermia. Lalu, menggunakan sarung tangan dan sepatu boot jika harus masuk dalam air banjir dan memakai masker saat membersihkan rumah pascabanjir.

“Konsumsi makanan yang higienis dan minum banyak air putih, mengonsumsi makanan yang segar serta tidak lupa menyiapkan obat-obat sederhana untuk anak-anak,” katanya.

Dia juga mengingatkan jika terjadi keluhan dengan para penderita yang rentan seperti anak-anak bisa langsung segera berobat ke dokter di Puskesmas atau posko kesehatan.

“Tujuan dari tindakan ini semua tentunya untuk mencegah agar kita semua terhindar dari penyakit pasca banjir yang sewaktu-waktu bisa mengenai siapa saja terutama anak-anak kita. Saat ini tim medis PDEI sedang membangun posko kesehatan di beberapa wilayah, diantaranya Banten, Serang, Jakarta Pusat,” katanya.

(gw/fin)
  • Dipublish : 3 Januari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami