Warga Miskin di Barru Diabaikan

Ilustrasi (FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.)
Ilustrasi (FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

BARRU – Sudah sembilan tahun Adelia, terbaring tak berdaya. Anak berusia 11 tahun itu lumpuh.

Saat baru mulai belajar berjalan di usia satu tahun, tiba-tiba demam tinggi menyerangnya. Sejak itu anak ini tak bisa menggerakkan kakinya. Orang tua korban, Murni dan Sukriadi tak bisa berbuat banyak. Ayahnya hanya bekerja serabutan.

“Untuk membawanya ke rumah sakit yang lebih besar kami tak punya biaya,”katanya, Selasa, 11 Maret.

Murni, ibu anak penderita lumpuh ini hanya berharap uluran tangan warga lain. Menyambung hidup saja ia mengaku kesulitan.

“Saya pernah bawa ke Puskesmas, tapi tak sembuh sembuh,”ujarnya.

Cerita Murni, anaknya berawal dari demam tinggi satu minggu kemudian tak bisa lagi menggerakkan kakinya. Dokter menyebut ada bagian saraf yang terganggu. Adelia yang kini berusia 11 tahun hanya terbaring di rumah berukuran empat kali tiga meter di Kampung Labatto, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi.

Dari empat anggota keluarganya, hanya ibu dan ayahnya yang mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS). Sementara kedua anaknya menggunakan BPJS mandiri, tapi kemudian macet karena tak sanggup bayar iuran bulanannya.

Aliansi Jurnalis Barru (AJB), Rabu, 11 Maret ke lokasi memberikan bantuan untuk meringangkan beban Adelia, anak wanita yang lumpuh sejak usia balita. (rus/dir/fin)

  • Dipublish : 12 Maret 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami