Warga Negara Indonesia di AS Dilarang Pulang

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JaringanMedia.co.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC mengimbau warga negara Indonesia yang merupakan penduduk, termasuk pelajar dan mahasiswa, untuk tidak kembali ke Tanah Air di tengah pandemi Covid-19.

“Kalau tidak ada keperluan mendadak, disarankan agar terus mencermati setiap perkembangan terkait wabah virus corona, mematuhi dan menjalankan peraturan maupun imbauan atau executive order yang dikeluarkan otoritas setempat,” kata Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Washington DC, Yudho Sasongko, lewat pernyataannya, Senin (6/4).

Imbauan tersebut merupakan salah satu dari sejumlah imbauan yang telah dan terus disampaikan oleh KBRI dan perwakilan-perwakilan RI lainnya di Amerika Serikat.

“WNI yang berada di AS sebagai penduduk, pelajar maupun mahasiswa (bukan pengunjung) juga diminta untuk tetap menjalin kontak dengan Perwakilan RI terdekat,” ujarnya.

Adapun kepada WNI pengunjung atau traveller yang masih berada di AS dalam rangka bepergian atau berwisata, kata Yudho, baiknya melakukan perjalanan singkat dan tidak menetap di negara tersebut, diimbau agar segera kembali ke Indonesia.

“Tujuannya agar para WNI traveller tersebut tidak mengalami kesulitan penerbangan lebih jauh lagi, mengingat banyak negara sudah menutup pintu masuknya, dan frekuensi penerbangan keluar AS sudah semakin berkurang,” ucapnya.

Yudho juga meminta, para WNI di AS untuk saling mengontak dan membantu, serta bergotong royong dalam meningkatkan solidaritas dan kepedulian sesama.

“Mereka juga diminta untuk tidak mudah meneruskan berita-berita yang belum tentu benar dan menyaring informasi yang diterima secara bijak sebelum dibagikan ke orang lain,” tuturnya.

Yudho mengatakan, sejauh ini KBRI Washington DC, bersama Konsulat Jenderal RI di Chicago, Houston, Los Angeles, New York, dan Fransisco, serta Perutusan Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York juga terus berkoordinasi untuk menjamin perlindungan dan memberikan bantuan, serta menyediakan nomor darurat yang dapat dihubungi terutama untuk situasi darurat.

Dapat disampaikan, per Minggu (5/4) pukul 22.25 WIB waktu setempat, jumlah kasus infeksi corona dunia telah mencapai 1.235.730. Dari total itu, 255.589 pasien sembuh, sedangkan 67.195 meninggal dunia.

Sementara itu, 912.946 kasus masih berjalan. 867.980 pasien dalam kondisi ringan, sedangkan 44.966 lainnya dalam kondisi kritis.

Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara dengan kasus tertinggi, yakni 321.337 kasus infeksi. Negara itu mencatatkan tambahan kasus baru hingga 9.980 dan 676 kematian pada hari ini.

Di posisi kedua ada Spanyol dengan 130.758 total kasus. Per hari ini, negara itu mencatatkan 4.591 kasus baru dengan 471 kematian.

Kemudian, Italia mencatatkan total 124.632 kasus infeksi corona, disusul Jerman dengan jumlah 97.351 dan Prancis dengan 89.953 total kasus. Sementara itu, China berada di posisi keenam dari segi jumlah kasus terbanyak di dunia.

Di sisi lain, dari segi kematian, Italia masih jadi negara yang mencatatkan jumlah kematian tertinggi akibat corona. Jumlah korban di sana sudah mencapai angka 15.362. (der/fin)

  • Dipublish : 7 April 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami