Warga Positif Covid-19 di Sulawesi Utara Tembus 2.000 Orang

dr Steaven Dandel MPH Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut. (manadopos)
dr Steaven Dandel MPH Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Sulut. (manadopos)
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

MANADO — Akumulasi angka penjangkitan Covid-19 di Sulut telah mencapai 2.000 kasus. Setelah ketambahan 38 kasus baru pada Selasa (21/7).

”Sebanyak 38 kasus baru ini terdistribusi di 10 kabupaten dan kota dan luar wilayah Sulut,” sebut Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulut Steaven Dandel seperti dilansir dari Antara di Manado.

Kota Manado, kata dia, masih menjadi daerah dengan jumlah penjangkitan terbanyak dibandingkan dengan daerah lain, yaitu sebanyak 20 kasus. Kemudian Kota Tomohon (satu kasus), Kabupaten Minahasa (tiga kasus), Kota Bitung (tiga kasus), dan Kabupaten Minahasa Utara (dua kasus). Selanjutnya, Kabupaten Minahasa Tenggara (satu kasus), Kabupaten Bolaang Mongondow (satu kasus), Kabupaten Minahasa Selatan (lima kasus), sementara dari luar wilayah sebanyak (dua kasus).

”Pasien dengan nomor registrasi 2.000 adalah seorang laki-laki berusia 31 tahun yang berasal dari Kota Manado,” ujar Steaven Dandel.

Dari angka akumulasi pasien terkonfirmasi positif tersebut, menurut Steaven Dandel, sebanyak 810 orang telah dinyatakan sembuh dan 112 orang dilaporkan meninggal. Sedangkan pasien aktif yang dirawat di sejumlah rumah sakit yang menyebar di kabupaten dan kota sebanyak 1.078 orang.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara masih terus bertugas seperti biasa sambil menunggu diterbitkannya surat keputusan pembentukan satuan tugas baru. Dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional, tidak ada lagi gugus tugas dan digantikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Steaven Dandel mengatakan, gugus tugas masih tetap memberikan data terbaru harian terkait kondisi epidemiologis persebaran Covid-19.

Di sisi yang lain, dia mengatakan, kegiatan survei laboratorium pemeriksaan tes cepat (rapid test) pada Selasa (21/7) menjangkau sebanyak 292 orang, 25 orang di antaranya reaktif. Secara akumulasi, tes cepat yang dilakukan hingga kabupaten dan kota setelah diumumkan kasus pertama Covid-19 mencapai 42.682 orang. Sebanyak 2.588 orang yang disampel dinyatakan reaktif.

”Sampel tes usap (swab test) yang diambil pada Selasa (21/7) sebanyak 221 sampel dan 370 sampel dikirim ke laboratorium BBPOM Manado. Total kontak erat risiko tinggi yang sementara dikarantina sebanyak 746 orang, sedangkan yang telah selesai dikarantina 2.179 orang,” ujar Steaven Dandel. (jpc/fajar)

 

 

  • Dipublish : 22 Juli 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami