Wasekjen Demokrat Minta KPK-Polri Ikut Tangani Kasus Jiwasraya

FOTO: FASIAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
FOTO: FASIAL R SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri diminta turut serta dalam mengungkap kasus korupsi yang membelit PT Asuransi Jiwasraya. Terlebih kasus tersebut telah merugikan negara triliunan rupiah.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin meminta Ketua KPK Firli Bahuri ikut menangani kasus PT Asuransi Jiwasraya.

“Ini megakorupsi lah dugaan puluhan triliun, di sinilah Pak Firli, selama ini orang banyak meragukan tetapi saya tidak demikian, Pak Firli harus membuktikan. Jangan mengecilkan Pak Firli dulu, ini pembuktian di sini kalau KPK berani ini menepis dugaan Pak Firli titipan dan sebagainya,” katanya di Jakarta, Minggu (29/12).

Dia juga mengatakan tidak hanya KPK. Tapi Polri juga harus ikut mengungkap kasus tersebut. Menurutnya, Polri dan KPK harus ikut membantu Kejaksaan Agung mengungkapnya. Penegak hukum bisa saling berkoordinasi menangani kasus tersebut.

“Untuk awal dikeroyok ramai-ramai lebih bagus, yang penting saling koordinasi,” jelas Didi.

Selain itu, Didi juga menyoroti kinerja otoritas jasa keuangan (OJK). Dia menyebut seharusnya OJK bisa bekerja secara optimal dalam mengawasi keuangan Jiwasraya. Karena OJK diberi kewenangan yang besar untuk mengawasi keuangan, namun terjadi masalah Jiwasraya.

“Saya kira OJK kurang optimal sebagai lembaga pengawasan atau regulator jadi ke depan harus ada aturan diperbaiki. OJK lagi memikirkan dengan kewenangan besar tetapi tidak optimal, contohnya Jiwasraya. Tetapi harusnya dengan pengawasan tidak seperti ini, tidak bisa salahkan OJK, oknum di BUMN dan Jiwasraya dan oknum investasi harus dibasmi,” jelas dia.

Politisi PDI Perjuangan Deddy Sitorus mengungkapkan hal senada. Dia mengakatakn penanganan kasus itu untuk membuktikan kinerja KPK di bawah kepemimpinan Firli.

“KPK harus diminta ikut, karena apa ini ujian Pak Firli karena KPK belum masuk kasus seperti ini. Kemarin kan OTT melulu, ini uang triliunan kita mau lihat bisa supervisi. Tidak boleh ada dilindungi karena ini uang rakyat,” tutur Deddy.

Sementara politisi senior Amien Rais justru meminta KPk tak perlu terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut. Amien khawatir kasus mega skandal tersebut akan mangkrak.

“Saya senang Jaksa Agung mengatakan skandal Jiwasraya tidak dilempar ke KPK. Karena KPK biasanya yang besar mangkrak, tidak ada penyelesaian,” kata Amien.

Amien lalu mendoakan agar kejaksaan bisa mengusut dugaan korupsi yang mencapai Rp 13,7 triliun itu. Amien berharap kasus-kasus besar lainnya bisa tuntas ditangani kejaksaan di bawah komando ST Burhanuddin.

“Saya doakan pak Jaksa Agung ini bisa tuntaskan skandal yang menyangkut Rp 13 triliun lebih ini. Kalau yang gede ini bisa, yang lain lebih gampang,” ujarnya.

(fin)

  • Dipublish : 30 Desember 2019
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami