Waspada Berita HOAX Seputar Virus Korona

Ilustrasi
Ilustrasi
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

JARINGANMEDIA.CO.ID,- Netizen ramai di media sosial ikut peduli dengan isu kesehatan global penyebaran virus Korona. Hal itu membuat semua informasi juga harus disaring dengan benar. Sebab selain berita positif dan informasi, banyak juga berita palsu atau kabar bohong (hoax) yang beredar.

Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto menegaskan semua pihak untuk tidak menggambar-gemborkan isu hoax penyebaran virus Corona sebelum dipastikan kebenarannya. Sebab, hal tersebut dapat mengganggu aktivitas atau operasional banyak pihak.

Terawan meminta agar masyarakat tidak perlu cemas terkait kabar burung penyebaran virus Corona. Karena, pemerintah selalu bersiaga dalam mengantisipasi pencegahan virus tersebut masuk ke Indonesia.

“Kita ini udah siaga 1, nggak ada tidurnya. Jadi, tenang. Masyarakat tidak usah khawatir,” tuturnya beberapa waktu yang lalu.

Beikut Ini Kabar Berita Bohong (hoax) yang beredar di Kalangan Netizen:

1. Kabar Penumpang Meninggal di Bandara Soetta karena Virus Corona

Saat ini Masih Banyak Beredar informasi mengenai meninggalnya seorang penumpang di Bandara Soetta pada Minggu 26 Januari 2020.

Dalam tangkapan layar pesan WhatsApp yang beredar, penumpang tersebut meninggal diakibatkan virus corona yang berasal dari Tiongkok.

Tangkapan layar pesan Whatsapp tersebut pertama kali diunggah oleh akun Twitter @FaniFiola pada Senin 27 Januari 2020.

Dalam unggahan tersebut, ia mempertanyakan mengenai tangkapan layar pesan Whatsapp yang ia dapat.

 

Serius kagak si di t3. Aku di domstik t3 GA aman aja si. #INA_CoronaVirusAlert,” tulis akun Twitter @FaniFiola.

Sehingga Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) memastikan kejadian tersebut merupakan HOAX.

Foto seorang perempuan tumbang di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Ada yang mempertanyakan apakah korban meninggal itu karena virus Corona. Faktanya, perempuan itu meninggal bukan karena virus Corona.

PT Angkasa Pura II (Persero) Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta menjelaskan, penumpang tersebut meninggal dunia di Terminal 3 Internasional pada Minggu (26/1/2020) malam. Penyebab meninggalnya penumpang berinisial RR (76) itu bukanlah karena virus Corona.

“Perlu kami sampaikan bahwa foto yang beredar di masyarakat di mana ada penumpang di Bandara Soekarno-Hatta yang meninggal karena virus Corona adalah tidak benar,” kata Febri Toga Simatupang, Senior Manager of Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II.

RR adalah eks penumpang GA-79 rute Bandar Lampung-Jakarta. Sedianya, penumpang asal Lampung itu akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah menggunakan pesawat SV-823 rute CGK-JED.

Namun, pada saat RR dan keluarganya hendak menuju Boarding Lounge Gate 2, tepatnya di depan eskalator, RR mengalami lemas dan terjatuh hingga tak sadarkan diri. RR kemudian dilarikan ke KKP Kelas I Soekarno-Hatta.

“Jadi, berdasarkan hasil koordinasi kami dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta, dinyatakan bahwa penumpang yang telah lanjut usia tersebut meninggal dunia karena gagal jantung,” tutur Febri Toga.

 

2. Kabar Sudah Ada Vaksin Virus Korona
Faktanya : Virus Novel Coronavirus atau virus Korona adalah virus jenis baru yang ditemukan pada Desember 2019. Sehingga para ahli atau peneliti belum menemukan vaksinnya. Butuh waktu panjang untuk membuat vaksinnya.

“Ada pasien yang datang ke saya. ‘Dok saya ingin vaksin virus Korona’. Lalu saya jawab, ‘wong strain-nya baru ditemukan. Ya enggak ada. Bukan untuk Coronavirus’,” kata dr. Erlina.

3. Kabar Virus Korona Bisa Disembuhkan dengan Herbal
Sejumlah hoax juga menyebutkan bahwa virus Korona bisa disembuhkan dengan bahan herbal yakni dengan makan 8 butir bawang putih. Hal itu dengan tegas dibantah oleh ahli.

“Coronavirus belum ada obatnya. Ada yang bilang pakai bawang putih. Hoax itu. Kayaknya bawang putih biar laku. Ingat ya sampai saat ini belum ada vaksinnya,” kata dr. Erlina sambil tertawa.

4. Kabar Virus Korona Berasal dari Kebocoran Lab
Eks intelijen Israel sebelumnya menyatakan bahwa bisa saja Coronavirus menyebar dari kebocoran laboratorium di Wuhan sebagai senjata biologis. Menurut dr. Fera, untuk menjawab hal itu tentunya harus dilakukan investigasi atau buktikan dulu. “Lihat dari genom-nya. Berasal dari mana rasanya sih itu lab kelelawar yang buat,” ujar dr. Fera tertawa.

Dia menilai isu tersebut harus diteliti lebih lanjut. Penyebaran penyakitnya dari mana. Sebab virus itu menyebar justru dari pasar hewan ekstrem di Wuhan. Maka harus dilihat juga secara komprehensif dan meluas.

5. Kabar Obat Anti HIV Bisa Sembuhkan Virus Korona
Menurut dr. Fera, obat anti virus itu memutus rantai pada proses replikasinya. Berbeda juga proses replikasi virus Korona dengan HIV. Sebab menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh virus adalah Self Limiting Disease. Artinya, seseorang akan sembuh dengan sendirinya jika daya tahan tubuhnya kuat.

“Obat yang diberikan sifatnya hanya suportif. Mereka berikan obat anti HIV itupun hanya satu institusi. Dan, kata mereka pasiennya baik. Namun, kita enggak tahu. Virus itu self limiting disease. Kita enggak tahu apakah sembuh karena suportifnya atau memang obat HIV. Dan ada juga yang kasih anti virus flu burung. Tapi semua enggak ada evidence basednya,” ujarnya.

6. Kabar Satu Kali Kontak Langsung Tertular
Penularan Coronavirus adalah jika kontak dengan pasien dari jarak dekat misalnya 1 meter. Lalu kontak intensif berulang-ulang. “Kecil kemungkinan sekali kontak dengan pasien terjangkit atau tertular. Kalau kejadian berarti apes,” kata dr. Erlina sambil tertawa.

Maka jika dikatakan sudah sembuh apabila sudah diperiksa dahaknya 2 kali dan hasilnya negatif. Dan tak ada kaitannya dengan penularan dengan mengonsumsi makanan dari Tiongkok.

7. Kabar Virus Korona Bisa Menular Lewat Tatapan Mata
Menurut dr. Erlina, virus tak bisa tertular dari tatapan mata. Tapi, dari kontak cairan bersin dan batuk.

8. Kabar Pakai Masker Bisa Dibalik
Beredar di media sosial bahwa cara pakai masker yang benar adalah dengan cara dibalik dengan warna tua ada di dalam dan warna muda di bagian luar. Menurut dr. Erlina lapisan depan berfungsi sebagai waterproof atau anti air, sedangkan bagian dalam masker untuk menyerap cairan.

Menurutnya, ajaran penggunaan masker yang dibalik itu salah kaprah dan tidak untuk ditiru. Dan masker N95 digunakan untuk ahli medis yang kontak dengan pasien dan masyarakat biasa bisa menggunakan masker pada umumnya. “Justru jangan pakai terbalik, kalau dibalik nanti malah bahaya,” tegasnya.

9. Video Hoax Tentang Virus Korona Wuhan

                                                                         Hoax (media sosial)

Virus korona yang membuat pemerintah Tiongkok mengisolasi 13 kota juga ditunggangi kabar palsu. Sebuah video yang memperlihatkan warga berlarian sambil membawa koper dan tas besar di stasiun kereta api diberi narasi kepanikan warga Tiongkok akibat wabah virus korona.

’’Kepanikan luar biasa orang2 china akibat #VirusCorona, lalu bagaimana kepanikan orang2 #Uyghur saat kalian teror dengan teror diluar batas prikemanusiaan?? Ini hanya sedikit balasan dari Allah didunia ini.’’ Begitu narasi yang ditulis akun Facebook Muhamad Lailan (bit.ly/WargaPanik) Minggu (26/1).

Video yang sama ditemukan di Twitter. Salah satu yang menyebar ulang adalah pemilik akun @SurYosodipuro. Tampak dalam video itu, ratusan orang berlari sembari menenteng tas dan koper. Rangkaian kereta api tampak terparkir di sisi kanan warga yang berlarian tersebut.

Memanfaatkan situs padanan gambar, Jawa Pos menemukan video serupa diunggah portal berbahasa Mandarin, sina.com. Video itu diberi keterangan singkat tentang aktivitas mudik orang-orang Yulin yang bekerja di Guandong untuk merayakan Festival Musim Semi.

 

  • Dipublish : 4 Februari 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami