Waspada Kejahatan Modus Daring di Masa Pendemi Covid-19

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

KEDIRI–Tren angka kejahatan di Kota Kediri cenderung menurun. Hanya ada kejahatan baru yaitu penipuan daring yang meningkat dilaporkan warga.

Kapolres Kota Kediri AKBP Miko Indrayana mengimbau masyarakat untuk mewaspadai kejahatan melalui dalam jaringan (daring) dan tidak segan melapor ke petugas. Biasanya modus operandi kejahatan daring itu, tersangka menawarkan dagangan yang sangat dibutuhkan pada saat pandemi, misalnya masker dan cairan pembersih tangan.

”Barang yang sempat langka tersebut ditawarkan melalui jejaring sosial WhatsApp grup maupun jejaring sosial lainnya. Kemudian korban mentransfer sejumlah uang, namun barang tidak pernah dikirim,” ujar Miko seperti dilansir dari Antara.

Terkait dengan kejahatan jalanan, menurut dia, masyarakat resah dengan adanya program asimilasi pada saat pandemi yang membebaskan 162 orang narapidana di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. Keresahan tersebut berdasar kekhawatiran bahwa mantan napi tersebut akan berulah lagi. ”Kami sudah lakukan koordinasi dengan lapas. Napi yang dilepaskan ini di bawah pengawasan polres baik Kabupaten dan Kota Kediri, juga pihak lapas,” kata Miko.

Selain itu, polisi juga terus melakukan pengawasan balapan liar yang juga mengganggu warga Kota Kediri. Polisi melakukan razia dan mendata kurang lebih 147 unit kendaraan bermotor yang ikut balapan liar. Kegiatan razia itu diharapkan bisa mengingatkan warga lain agar tidak melakukan itu. Pihaknya juga berharap adanya sinergi yang baik dari jajaran Polresta Kediri dengan camat, lurah, hingga RT untuk kembali menghidupkan poskamling guna menjaga keamanan masyarakat.

”Saya berterima kasih kepada semua jajaran pimpinan hingga tingkat RT yang sudah melakukan pengamanan swadaya seperti poskamling. Berjaga dari pukul 22.00 WIB hingga tiba saatnya sahur,” ujar Miko.

Selain itu, Polresta Kediri juga bekerja sama dengan Babinsa (bintara pembina desa), Satpol PP, hansip, dan semua jajaran mengadakan patroli berskala besar rutin tiap hari. Terdapat pula patroli khusus pada jam-jam sepi dan rawan kejahatan, yaitu sehabis berbuka dan setelah sahur. ”Saya mengimbau masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” kata Miko.

Dia menjelaskan, masyarakat juga mengamankan diri, misalnya tidak mengenakan perhiasan yang berlebihan, sehingga mengundang kejahatan serta menggunakan telepon seluler di jalan yang akan memberi kesempatan orang lain berbuat jahat.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi atas berbagai program yang telah dibuat oleh polisi, termasuk memberikan ketenangan kepada masyarakat yang resah dengan adanya program asimilasi saat pandemi yang membebaskan 162 orang narapidana di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri. (jp)

  • Dipublish : 6 Mei 2020
Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

BERITA LAINNYA

VIDEO ADS

BANNER ADS

VIDEO NEWS

BANNER ADS

Cari Berita ?

Mau Lihat Arsip ?

Arsip Berita Kami